Sempat Dilaporkan Hilang, Pemuda Asal Karawang Ternyata Tinggal di Mess ABK Penjaringan Jakut
Sempat dilaporkan hilang, MRA tengah menunggu jadwal pemberangkatan untuk bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal ikan domestik.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- MRA (21) dilaporkan hilang setelah pergi tanpa memberi kabar.
- Pihak keluarga sampai meminta pacar MRA mengunggah informasi kehilangan ke Instagram.
- Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa MRA sebenarnya tidak hilang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang warga Karawang melapor ke Polsek Pademangan setelah anaknya tak kunjung pulang selama beberapa hari.
Laporan itu disampaikan Ardi Wiranata (45), Selasa (25/11/2025) sekira pukul 10.00 WIB.
Ardi mengaku panik karena anaknya, MRA (21), pergi tanpa memberi kabar.
Pihak keluarga bahkan sampai meminta pacar MRA mengunggah informasi kehilangan ke Instagram, berharap ada yang mengetahui keberadaannya.
Baca juga: Warga Cerita Detik-detik Longsor di Cilacap, 21 Orang Hilang: Dengar Suara Keras, Kondisi Gelap
Tak lama kemudian, unggahan itu mendapat respons dari seorang teman yang mengaku sedang bersama MRA di sebuah mess kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Teman tersebut juga mengirimkan live location atau peta lokasi yang langsung ditindaklanjuti polisi.
Kapolsek Pademangan, Kompol Immanuel Sinaga, memerintahkan Unit Reskrim bersama tim Opsnal menuju lokasi yang dimaksud.
Setibanya di sana, petugas mendapati MRA bersama tiga orang lainnya.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa MRA sebenarnya tidak hilang.
Ia diketahui tengah menunggu jadwal pemberangkatan untuk bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal ikan domestik.
Selama berada di mess, seluruh kebutuhan sehari-harinya ditanggung pihak penyalur.
Kapolsek Pademangan memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini dan menyebut persoalan muncul akibat kurangnya komunikasi antara MRA dan keluarganya.
"Penanganan cepat dilakukan sebagai bentuk respons kami terhadap setiap laporan masyarakat. Kepastian keselamatan korban menjadi prioritas,” ujar Kompol Immanuel Sinaga.
Baca tanpa iklan