Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Cari Pacar Terduga Pelaku yang Sebar Teror Bom ke Sekolah di Depok

Pihak kepolisian telah memeriksa terduga pelaku teror bom 10 sekolah di Depok, Jawa Barat yang namanya tertera dalam email penebar ancaman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polisi Cari Pacar Terduga Pelaku yang Sebar Teror Bom ke Sekolah di Depok
Tribundepok.com/M Rifqi Ibnumasy
TEROR BOM - Tim Jibom dan gegana melakukan penyisiran terhadap 10 sekolah di Depok yang menerima ancaman teror bom, Selasa (23/12/2025). Polisi kini melacak keberadaan pacar dari terduga pelaku yang disebut dalam pesan tertulis sudah melakukan pemerkosaan. 

"Gua sangat bertanggung jwb atas yg gua lakukan," tambah dalam surat itu.

Penyisiran Bom

Tim jibom dan gegana langsung bergerak menuju ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

Petugas menelusuri satu per satu kelas untuk mencari benda berbahaya itu.

Ruang guru dan tempat lainnya di sekolah tersebut juga dilakukan penyisiran menggunakan alat pendeteksi bom.

Sebanyak enam dari sepuluh sekolah itu telah dilakukan penyisiran. 

Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya bom ataupun benda berbahaya lainnya.

Tim gegana dan penjinak bom masih melakukan penyisiran di empat sekolah yang tersisa.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui kabar ancaman teror bom itu viral di akun Instagram @depok24jam.

Narasi di media sosial bahwa ancaman bom itu berasal dari email yang dikirimkan ke pihak sekolah.

Diketahui, pada 23 Desember 2025, sebanyak 10 sekolah di Depok menerima ancaman bom melalui email. 

Polisi segera menurunkan Tim Gegana untuk melakukan penyisiran, dan hasilnya semua lokasi dinyatakan aman tanpa ditemukan bahan peledak.

Identitas pelaku masih diburu, dengan dugaan motif terkait kekecewaan terhadap penegakan hukum.

Kronologi Kejadian

  • Ancaman via email: Pesan dikirim dari akun berinisial K ke 10 sekolah di Depok.
  • Tanggal kejadian: Selasa, 23 Desember 2025.
  • Isi ancaman: Bom, penculikan siswa, hingga narkoba.
  • Respon cepat polisi: Tim Gegana Brimob Polri melakukan sterilisasi di seluruh sekolah.
  • Hasil pemeriksaan: Tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan peledak.

Risiko & Dampak

  • Kepanikan orang tua dan siswa: Ancaman menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan.
  • Gangguan proses belajar: Aktivitas sekolah sempat terganggu karena sterilisasi.
  • Ancaman keamanan digital: Kasus ini menunjukkan kerentanan sistem komunikasi sekolah terhadap teror via email.

(Tribunnews.com/Deni/Reynas)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas