Jelang Pergantian Tahun, Kawasan Jalan Sudirman-Bundaran HI Dipadati Warga
Momen pergantian tahun 2026 akan turut disemarakkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen pergantian tahun 2026 akan turut disemarakkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pada Rabu (31/12/2025) malam nanti.
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi salah satu titik yang dijadikan pusat hiburan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan reporter Tribunnews di Bundaran HI pada pukul 20.06 WIB atau beberapa jam jelang pergantian tahun 2026, ribuan masyarakat sekitaran Jakarta sudah mulai memadati kawasan.
Dimana, untuk memeriahkan momen pergantian tahun ini Pemprov DKI Jakarta menggelar panggung hiburan raksasa tepat di depan monumen Bundaran HI.
Tak hanya itu, terhitung ada sekitar 8 monitor raksasa yang menampilkan hiburan dari atas panggung yang terpasang di sepanjang jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.
Dalam pantauan, terlihat dominan masyarakat datang ke kawasan ini bersama keluarga, teman hingga pasangannya.
Tak jarang juga dari mereka ada yang sudah menyiapkan pernak-pernik untuk menambah kemeriahan tahun baru 2026 seperti halnya lightstick, bando dengan ornamen khusus tahun 2026 hingga terompet.
Pesta pergantian tahun di kawasan Bundaran HI ini juga menjadi momentum berkah tersendiri bagi pedagang yang menjajakan dagangannya di sekitar kawasan.
Yudi (46) salah satu pedagang kopi starling mengaku, sejak sore hingga pukul 20.15 WIB ini sendiri sudah meraup penjualan lebih dari Rp250ribu.
Angka tersebut dapat dikatakan jarang didapat dirinya jika di hari-hari biasanya.
"Alhamdulillah ini bang, lumayan udah sekitar Rp250 ribu cuma dari tadi sore doang bang sampai jam segini," kata Yudi kepada Tribunnewscom.
Larangan Pesta Kembang Api
Sebagai informasi, dalam perayaan Tahun Baru kali ini, Pemprov DKI Jakarta tidak memperbolehkan masyarakat Jakarta untuk melakukan pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan ini diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai salah satu sikap warga Jakarta berempati terhadap para korban bencana banjir bandang di Sumatera Utara Sumatera Barat, dan Aceh.
"Tahun ini kami memilih tidak ada kembang api. Kita ingin menyambut tahun baru dengan doa bersama, karena musibah yang terjadi menyangkut kita semua," jelasnya.
Meski demikian, Pramono mengakui Pemprov DKI Jakarta tidak dapat sepenuhnya melarang aktivitas masyarakat secara personal yang menyalakan kembang api atau petasan.
Baca tanpa iklan