Arus Balik Libur Natal dan Tahun Baru, 96 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jabodetabek
Korlantas Polri mencatat sebanyak 96 persen kendaraan pemudik telah kembali ke wilayah Jabodetabek, sisa arus balik dinilai tidak lagi signifikan
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dipastikan hampir rampung
- 96 persen kendaraan pemudik telah kembali ke wilayah Jabodetabek, sehingga sisa arus balik dinilai tidak lagi signifikan
- Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama periode Nataru, saat ini hanya tersisa sekitar 4 persen yang belum kembali
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dipastikan hampir rampung.
Korlantas Polri mencatat sebanyak 96 persen kendaraan pemudik telah kembali ke wilayah Jabodetabek, sehingga sisa arus balik dinilai tidak lagi signifikan.
Baca juga: Kakorlantas Polri Ungkap Angka Kecelakaan Selama Libur Natal dan Tahun Baru Berjumlah 3.183 Kejadian
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama periode Nataru, saat ini hanya tersisa sekitar 4 persen yang belum kembali.
"Jadi arus balik hari ini tidak terlalu signifikan. Dari traffic counting yang kami pantau, sudah 96 persen kendaraan kembali ke Jakarta,” ujar Agus saat pemantauan arus lalu lintas di kawasan Gadog, Bogor, Minggu (4/1/2026).
Menurut Agus, kondisi lalu lintas baik di jalan tol maupun arteri utama terpantau landai dan terkendali, termasuk di kawasan wisata yang menjadi salah satu titik rawan kepadatan selama libur panjang.
Dengan capaian tersebut, Korlantas Polri menilai parameter penerapan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow maupun one way, tidak terpenuhi. Meski demikian, seluruh skenario tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi.
"Parameter-parameter untuk contraflow maupun one way kelihatannya cukup landai. Artinya belum perlu dilakukan karena arusnya terkendali,” jelasnya.
Selain memantau arus balik, Kakorlantas juga menyampaikan hasil evaluasi Operasi Lilin 2025 yang menunjukkan tren positif dari sisi keselamatan lalu lintas.
Berdasarkan analisa dan evaluasi, fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Nataru mengalami penurunan signifikan.
"Fatalitas korban meninggal dunia turun 27,12 persen. Kurang lebih sekitar 150 jiwa bisa kita selamatkan. Sementara jumlah peristiwa kecelakaan juga turun sekitar 7 persen," ungkap Agus.
Baca juga: Lonjakan Kendaraan Arus Balik Terasa di H+2 Libur Natal 2025
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara Polri, Kementerian Perhubungan, pengelola jalan tol, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung kelancaran dan keselamatan berlalu lintas.
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas juga memberikan apresiasi kepada Polda Jawa Barat dan Polres Bogor yang melibatkan Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas) di sejumlah simpul jalan dan jalur alternatif menuju kawasan wisata Puncak.
"Keterlibatan masyarakat ini sangat membantu. Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab keselamatan lalu lintas bukan hanya milik Polri, tetapi juga seluruh stakeholder dan masyarakat," katanya.
Dengan kondisi arus balik yang semakin landai, Kakorlantas memastikan hari ini menjadi hari terakhir pengawasan intensif Nataru, meskipun pengamanan tetap dilakukan secara situasional.
"Secara umum Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan lancar. Hari ini kami pastikan arus balik sudah hampir selesai," tutur Agus.