Hari Dharma Samudera 2026, KSAL Hingga Mantan Panglima TNI Tabur Bunga di Teluk Jakarta
TNI AL gelar Hari Dharma Samudera 2026 di Teluk Jakarta, tabur bunga kenang gugurnya Yos Sudarso.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- TNI Angkatan Laut menggelar upacara Hari Dharma Samudera 2026 di geladak KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Teluk Jakarta, Kamis (15/1).
- Dipimpin KSAL Laksamana Muhammad Ali, prosesi diwarnai pembacaan sejarah pertempuran laut Aru 1962 dan tabur bunga mengenang gugurnya Komodor Yos Sudarso.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut menggelar upacara peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2026 di geladak helikopter Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rumah Sakit dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (15/1/2025).
Kapal bertolak dari Dermaga Kolinlamil Jakarta pada pukul 08.11 WIB.
Dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, upacara dimulai pukul 08.41 WIB.
Tampak sejumlah pejabat utama Markas Besar Angkatan Laut dan perwira tinggi dari TNI hadir dalam upacara tersebut.
Tampak hadir pula Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) yang juga pernah menjabat sebagai Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono dan sejumlah anggota PPAL lainnya.
Langit mendung dan angin yang cukup kuat mewarnai upacara tersebut.
Bendera Merah Putih dan bendera-bendera isyarat kapal perang tampak berkibar kencang di atas anjungan kapal.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Oknum TNI AL di Depok: Korban Kehabisan Bensin, Bukan Transaksi Narkoba
Prosesi Peringatan Hari Dharma Samudera 2026
Upacara diawali pembacaan sejarah peristiwa pertempuran laut yang berpuncak pada pertempuran laut Aru pada 15 Januari 1962.
Berbagai peristiwa pertempuran yang terjadi di antaranya pertempuran laut di Selat Bali, pertempuran Teluk Cirebon oleh Kapal RI Gadjah Mada, pertempuran Perairan Pulau Sapudi, pertempuran Teluk Sibolga melawan kapal perang Belanda HRMS Banckert, dan pertempuran ALRI dengan kapal perang Belanda di Muara Sungai Indragiri.
Selain itu juga pertempuran Pelabuhan Balikpapan yang melibatkan Korvet RI Hang Tuah, pertempuran ALRI dengan dengan pemberontak permesta di Perairan Ambon, hingga pertempuran laut di Laut Aru yang melibatkan tiga Motor Torpedo Boat (MTB) RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang dan RI Harimau melawan kapal Belanda.
Sejarah mencatat, pertempuran terakhir itu mengakibatkan RI Macan Tutul tenggelam dan Komodor Yos Sudarso gugur.
Usai pembacaan sejarah, Laksamana Muhammad Ali lalu melakukan tradisi tabur bunga saat kapal berada di perairan Teluk Jakarta.
Prosesi itu diiringi lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki.
Upacara selesai tepat pukul 09.00 WIB.
Setelahnya, Ali mendampingi Yudo Margono melaksanakan tabur bunga.
Para pejabat utama Mabesal serta para tamu undangan juga turut melakukan tabur bunga
Sebelum acara ramah tamah, Laksamana Muhammad Ali sempat menyampaikan pidato terkait peringatan Hari Dharma Samudera.
Ali mengatakan semangat bertempur dan pantang menyerah prajurit kapal perang RI Macan Tutul tersebut telah menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional perjuangan bangsa Indonesia.
Peristiwa heroik itu, kata dia, menjadi peristiwa heroik yang tidak pernah pudar di hati segenap rakyat dan bangsa Indonesia khususnya bagi para prajurit Angkatan Laut sampai dengan saat ini.
"Para prajurit jalasena dimanapun bertugas, pada kesempatan ini saya menekankan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera harus menjadi kontemplasi dan refleksi diri untuk meneladani nilai dan semangat juang yang ditunjukkan oleh para pahlawan samudera," kata Ali.
"Yaitu sikap kesatria, rela berkorban, pantang menyerah, serta patriotisme tanpa batas yang menjadi jati diri prajurit matra laut," pungkasnya.
Gerimis mengiringi kapal yang sandar pukul 10.40 WIB usai pelayaran selama 2,5 jam tersebut.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.