39 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir hingga Jam 08.00, BPBD Ungkap Penyebabnya
BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 39 RT dan 3 ruas jalan masih tergenang banjir hingga Jumat (30/1/2026) pagi.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 39 RT dan 3 ruas jalan masih tergenang banjir hingga Jumat (30/1/2026) pukul 08.00 WIB.
- Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1/2026).
- Di Jakarta Barat, genangan tercatat terjadi di 8 RT.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 39 RT dan 3 ruas jalan masih tergenang banjir hingga Jumat (30/1/2026) pukul 08.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1/2026).
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan genangan dipicu curah hujan tinggi disertai luapan sejumlah sungai, setelah beberapa pintu air dan pos pantau sempat berstatus Waspada atau Siaga 3.
Baca juga: Banjir Daan Mogot Jakarta, Jalan Hanya Bisa Dilalui Mobil dan Truk
"Curah hujan tinggi sejak Rabu menyebabkan kenaikan status di sejumlah pintu air dan pos pantau, seperti Katulampa, Sunter Hulu, Pesanggrahan, Angke Hulu, Manggarai, dan Karet. Kondisi ini berdampak pada munculnya genangan di sejumlah wilayah DKI Jakarta," ujar Yohan, Jumat (30/1/2026).
Di Jakarta Barat, genangan tercatat terjadi di 8 RT yang tersebar di:
- Kelurahan Kedaung Kali Angke
- Rawa Buaya
- Kembangan Selatan, dengan ketinggian air 20 hingga 30 sentimeter, akibat luapan Kali Mookervaart.
Sementara itu, di Jakarta Selatan terdapat 8 RT tergenang di wilayah:
- Pejaten Timur
- Rawajati
- Tanjung Barat
Ketinggian air dilaporkan mencapai 150 hingga 350 sentimeter, dipicu luapan Kali Ciliwung.
Genangan paling luas terjadi di Jakarta Timur dengan total 21 RT terdampak, meliputi:
- Kelurahan Rawa Terate
- Bidara Cina
- Kampung Melayu
- Cawang
- Cililitan
- Balekambang
Ketinggian air di wilayah ini berkisar 50 hingga 350 sentimeter, juga akibat luapan Kali Ciliwung.
Adapun di Jakarta Utara, BPBD mencatat 2 RT tergenang di Kelurahan Cilincing dan Marunda, dengan ketinggian air 20 hingga 30 sentimeter, akibat luapan Kali Nagrak.
Selain permukiman warga, tiga ruas jalan juga dilaporkan masih tergenang, yakni:
- Jalan Rawa Indah Dua di Kelurahan Pegangsaan Dua
- Jalan Pulo Raya IV di Kelurahan Petogogan
- Gang Langgar di Kelurahan Rawajati, dengan ketinggian air tertinggi mencapai 180 sentimeter.
Yohan menambahkan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
"Petugas di lapangan melakukan penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi dengan baik, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Kami menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat," kata Yohan.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Baca tanpa iklan