Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Banjir Rendam Permukiman di Cawang Setinggi 1,5 Meter, Warga Harap Normalisasi Dipercepat

Banjir kembali merendam permukiman warga Cawang hingga 1,5 meter. Warga terdampak berharap normalisasi Kali Ciliwung segera dipercepat

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Banjir  Rendam Permukiman di Cawang  Setinggi 1,5 Meter, Warga Harap Normalisasi Dipercepat
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
BANJIR JAKARTA - Banjir ketinggian sekira 150 sentimeter menggenangi permukiman warga di kawasan Tanjung Sanyang, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). (Tribunnews/Alfarizy) 

Ringkasan Berita:
  • Permukiman warga di Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta Timur kembali terendam banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian air hingga 1,5 meter
  • Sedikitnya 110 KK terdampak dan sebagian warga mengungsi ke masjid atau lantai dua rumah 
  • Meski air mulai surut, warga berharap proyek normalisasi sungai dipercepat agar banjir tak terus berulang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permukiman warga di kawasan Tanjung Sanyang, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur kembali terendam banjir luapan Kali Ciliwung, Jumat (30/1/2026).

Ketinggian air dilaporkan mencapai puncaknya hingga setinggi sekira 1,5 meter di area rumah warga, dan hampir 2 meter di area yang berdekatan dengan bibir Kali Ciliwung.

Ketua RT 08 RW 08 Kelurahan Cawang, Pendi, mengungkapkan air mulai masuk ke wilayahnya sejak Kamis (29/1/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.

"Kalau air mulai masuk di jam 10-an (malam) sudah masuk. Tapi tinggi-tingginya itu jam 12 sampai jam 1 malam, itu cepat naiknya sampai ke arah masjid," ujar Fendi saat ditemui di lokasi banjir.

Akibat kenaikan debit air yang cukup cepat, setidaknya ada 110 Kepala Keluarga (KK) di sekitar wilayahnya yang terdampak.

Warga pun mulai melakukan evakuasi mandiri maupun dibantu petugas sejak pagi buta.

Baca juga: 39 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir hingga Jam 08.00, BPBD Ungkap Penyebabnya

Rekomendasi Untuk Anda

"Dievakuasi tadi jam 6 pagi. Ada yang ngungsi di masjid, ada juga yang bertahan di lantai dua rumah masing-masing," lanjutnya.

Mengenai barang-barang berharga, Fendi menjelaskan warga yang memiliki rumah bertingkat langsung memindahkan perabotan ke lantai atas. Namun, bagi warga dengan rumah satu lantai, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Meski ketinggian air saat ini cukup memprihatinkan, Fendi menyebut banjir kali ini masih belum separah kejadian pada Maret 2025 lalu, tepatnya saat bulan Ramadhan.

"Kalau dibanding parah, itu tahun 2025 bulan Maret kemarin pas puasa. Itu tingginya hampir 2 meter sampai ke masjid, satu lantai kerendam semua. Kalau sekarang (airnya) sampai di sini saja," jelasnya sambil menunjukkan batas air.

Hingga saat ini, warga masih bersiaga memantau kondisi cuaca. Meskipun air perlahan mulai surut, warga Tanjung Sanyang, Cawang sangat bergantung pada kondisi cuaca di wilayah hulu atau Bogor.

"Ini nanti surutnya sore, kalau di Bogor belum hujan ya. Kalau di sana hujan, posisi kiriman lagi, ya bisa tinggi lagi," ungkap Fendi.

Menghadapi banjir yang terus berulang setiap tahunnya, warga Cawang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata.

Target utamanya adalah percepatan proyek normalisasi sungai agar penderitaan warga akibat banjir musiman bisa segera berakhir.

"Harapan kami, percepatlah normalisasi. Mudah-mudahan dengan adanya normalisasi, itu jadi jawaban buat kami supaya tidak terkena banjir kembali," pungkasnya.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas