Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Budidaya Maggot Jadi Motor Ekonomi Baru Warga Tangsel
Memanfaatkan sampah organik menjadi pakan dan budidaya maggot disebut sebagai solusi jangka panjang yang efektif dan ekonomis.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan sampah yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan harus segera diselesaikan.
Sebab, sampah yang menunpuk dan berserahakan di sejumlah titik bisa mencemari lingkungan. Sehingga, perlunya solusi dalam mengatasi krisis sampah tersebut.
Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pakan dan budidaya maggot sebagai solusi jangka panjang yang efektif dan ekonomis.
Langkah ini menjadi prioritas pimpinan daerah untuk menekan volume sampah di tingkat rumah tangga.
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyebut, terkait efektivitas larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.
Menurutnya, maggot bukan sekadar pengurai sampah, melainkan motor ekonomi baru bagi warga.
Dia menjelaskan bahwa pelatihan budidaya maggot merupakan bagian krusial dari strategi pengurangan sampah dari hulu.
“Sebagaimana disampaikan Pak Wakil Wali Kota, pakan maggot itu gratis karena diambil dari sampah kita sendiri. Arahan beliau jelas sekarang tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan konsisten dan memastikan ada pasar yang siap menyerap hasilnya," ujar Kadiskominfo Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan pesan Pilar Saga Ichsan, Minggu (1/2/2026).
Lebih lanjut, Asep memaparkan visi pimpinan bahwa sisa makanan rumah tangga harus dipandang sebagai aset.
Hasil panen maggot dapat dipasarkan sebagai pakan ternak berkualitas, sementara residunya menjadi pupuk organik.
Namun, dia menekankan bahwa efektivitas maggot harus didukung oleh penguatan sistem bank sampah. Bahkan, setiap pengurus RW diminta untuk mengaktifkan bank sampah sebagai simpul utama sebelum sampah berakhir di TPA.
“Pak Pilar memberikan instruksi agar keberadaan bank sampah di lingkungan RW tidak lagi bersifat opsional. Beliau meminta warga menyukseskannya secara kolektif. Pengelolaan sampah tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melalui perubahan perilaku masyarakat," tambahnya.
Baca juga: Tips Pelihara Maggot: Pakan Bernutrisi Bikin Tubuh Ulat Makin Gemoy, Kepala Ikan Jadi Kunci
Asep menegaskan bahwa dengan kesadaran warga memilah sampah sejak dari dapur, beban lingkungan akan berkurang drastis sekaligus memberikan keuntungan finansial yang nyata bagi masyarakat Tangsel.
Baca tanpa iklan