Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Diminta Waspada dan Tak Beraktivitas di Sungai Jaletreng Pascakebakaran Pabrik Pestisida

Sungai Jaletreng di Setu, Tangerang Selatan diduga tercemar pascakebakaran hebat di sebuah pabrik pestisida.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Diminta Waspada dan Tak Beraktivitas di Sungai Jaletreng Pascakebakaran Pabrik Pestisida
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
IKAN MATI - Ikan-ikan ditemukan mati di Sungai Jaletreng setelah air bekas pemadaman kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan, Banten, mengalir ke sungai, Senin (9/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sungai Jaletreng di Setu, Tangerang Selatan berubah warna menjadi putih pekat setelah kebakaran hebat di pabrik pestisida, sehingga memunculkan dugaan pencemaran air.
  • Pemkot Tangsel menerjunkan tim teknis untuk meninjau lokasi, mengambil sampel air, memetakan sebaran polutan, serta melakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan pencemar sebelum menentukan langkah pemulihan.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sungai sementara waktu demi keselamatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sungai Jaletreng di Setu, Tangerang Selatan diduga tercemar lantaran berubah warna menjadi putih pekat pascakebakaran hebat di sebuah pabrik pestisida.

Pemkot setempat pun langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan guna memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif demi melindungi ekosistem dan kesehatan warga.

Masyarakat di area lokasi Sungai Jaletreng pun diminta waspada dan tidak cemas adanya dugaan pencemaran tersebut.

Baca juga: Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel, Air Sungai Jaletreng Berubah Putih Hingga Ikan-ikan Mati

Sebab, kini tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel tengah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan dan monitoring secara berkala.

"Kami memahami kecemasan masyarakat terkait kondisi Sungai Jaletreng saat ini. Tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan pada DLH Tangsel telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi dan mengambil sampel air guna dilakukan uji laboratorium secara mendalam," ujar Kadis Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, Selasa (10/2/2026).

Asep menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya sekadar meninjau, tetapi juga memetakan sejauh mana polutan telah menyebar di sepanjang aliran sungai.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menekankan pentingnya akurasi data laboratorium sebelum pemerintah mengambil tindakan pemulihan lebih lanjut.

"Kami harus memastikan kandungan apa saja yang masuk ke aliran sungai akibat sisa-sisa pemadaman atau dampak langsung dari material pestisida yang terbakar. Semuanya harus berbasis data ilmiah agar penanganannya tepat sasaran," terang Asep.

Dia pun meminta warga untuk kooperatif dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

"Fokus kami adalah keselamatan warga. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di sepanjang aliran Sungai Jaletreng agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sungai, baik itu mencuci, memancing, atau kegiatan lainnya, hingga ada pernyataan resmi mengenai status keamanan air," kata dia.

Meski situasi saat ini sedang dalam penanganan, Asep menjamin bahwa pemerintah akan bersikap transparan mengenai perkembangan kualitas air di Sungai Jaletreng. 

Pihaknya berjanji akan segera mengumumkan hasil uji laboratorium tersebut kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Baca juga: Gudang Pestisida di Taman Tekno Tangsel Terbakar, Polisi Duga Akibat Korsleting Listrik

"Hasil dari uji laboratorium akan segera kami informasikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan kepastian," pungkas Asep.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas