Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

GEKIRA Silaturahmi dengan Menteri Haji, Tegaskan Kolaborasi Lintas Iman

GEKIRA bersilaturahmi dengan Menteri Haji Irfan Yusuf, tegaskan kolaborasi lintas iman dan semangat nasionalisme.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in GEKIRA Silaturahmi dengan Menteri Haji, Tegaskan Kolaborasi Lintas Iman
HO/IST
CAPTION FOTO: Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Nikson Silalahi bersilaturahmi dengan Menteri Haji dan Umrah sekaligus Ketua Umum Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) Mochamad Irfan Yusuf di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Keluarga GEKIRA bersilaturahmi dengan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (26/2/2026). 
  • Pertemuan menegaskan kolaborasi lintas iman, nasionalisme, dan persatuan. 
  • Nikson Silalahi menyebut Kementerian Haji bukti perhatian negara. 
  • Irfan Yusuf harap kerja sama ini meredupkan intoleransi dan perkuat moderasi.

TRIBUNNEWS.COM - Keluarga besar Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) bertemu Menteri Haji dan Umrah sekaligus Ketua Umum GEMIRA, Mochamad Irfan Yusuf, di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2026).

Pertemuan berlangsung hangat, menegaskan komitmen kolaborasi lintas iman dalam bingkai kebangsaan.

Ketua Umum GEKIRA, Nikson Silalahi, menyebut pembentukan Kementerian Haji sebagai bentuk kesungguhan negara menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat Muslim.

“Kampung Haji adalah wujud perhatian pemerintah, tanda kehadiran negara yang nyata dan dirasakan umat. Sebagai orang Kristiani, kami turut berbangga dan bersyukur, karena saat saudara kami dilayani dengan baik, di situlah Indonesia dimuliakan,” ujarnya.

Nikson menambahkan, GEKIRA dibentuk oleh Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo sebagai sayap perjuangan kebangsaan yang merangkul umat Kristiani mendukung cita-cita Partai Gerindra.

Sekretaris Jenderal GEKIRA, Yeremias Ndoen, menekankan silaturahmi ini menjadi jembatan kolaborasi sekaligus menegaskan wajah nasionalis partai. “Nasionalisme tidak boleh kering dari nilai iman, dan iman tidak boleh tercerabut dari cinta tanah air,” ujarnya.

Sementara itu, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan GEMIRA dan GEKIRA sebagai sayap keagamaan partai yang memastikan kader beragama sungguh-sungguh, namun tetap teguh dalam semangat kebangsaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman untuk menghadapi tantangan kebangsaan, termasuk potensi intoleransi.

“Semoga kolaborasi ini menjadi cahaya yang meredupkan intoleransi, memperkuat moderasi, dan menjaga keutuhan bangsa,” kata Irfan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen menjaga persatuan dan kebhinekaan sesuai Pancasila, serta memperkuat fondasi Indonesia sebagai bangsa majemuk dan bermartabat.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas