GEKIRA Silaturahmi dengan Menteri Haji, Tegaskan Kolaborasi Lintas Iman
GEKIRA bersilaturahmi dengan Menteri Haji Irfan Yusuf, tegaskan kolaborasi lintas iman dan semangat nasionalisme.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Keluarga GEKIRA bersilaturahmi dengan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (26/2/2026).
- Pertemuan menegaskan kolaborasi lintas iman, nasionalisme, dan persatuan.
- Nikson Silalahi menyebut Kementerian Haji bukti perhatian negara.
- Irfan Yusuf harap kerja sama ini meredupkan intoleransi dan perkuat moderasi.
TRIBUNNEWS.COM - Keluarga besar Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) bertemu Menteri Haji dan Umrah sekaligus Ketua Umum GEMIRA, Mochamad Irfan Yusuf, di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2026).
Pertemuan berlangsung hangat, menegaskan komitmen kolaborasi lintas iman dalam bingkai kebangsaan.
Ketua Umum GEKIRA, Nikson Silalahi, menyebut pembentukan Kementerian Haji sebagai bentuk kesungguhan negara menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat Muslim.
“Kampung Haji adalah wujud perhatian pemerintah, tanda kehadiran negara yang nyata dan dirasakan umat. Sebagai orang Kristiani, kami turut berbangga dan bersyukur, karena saat saudara kami dilayani dengan baik, di situlah Indonesia dimuliakan,” ujarnya.
Nikson menambahkan, GEKIRA dibentuk oleh Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo sebagai sayap perjuangan kebangsaan yang merangkul umat Kristiani mendukung cita-cita Partai Gerindra.
Sekretaris Jenderal GEKIRA, Yeremias Ndoen, menekankan silaturahmi ini menjadi jembatan kolaborasi sekaligus menegaskan wajah nasionalis partai. “Nasionalisme tidak boleh kering dari nilai iman, dan iman tidak boleh tercerabut dari cinta tanah air,” ujarnya.
Sementara itu, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan GEMIRA dan GEKIRA sebagai sayap keagamaan partai yang memastikan kader beragama sungguh-sungguh, namun tetap teguh dalam semangat kebangsaan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman untuk menghadapi tantangan kebangsaan, termasuk potensi intoleransi.
“Semoga kolaborasi ini menjadi cahaya yang meredupkan intoleransi, memperkuat moderasi, dan menjaga keutuhan bangsa,” kata Irfan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen menjaga persatuan dan kebhinekaan sesuai Pancasila, serta memperkuat fondasi Indonesia sebagai bangsa majemuk dan bermartabat.
Baca tanpa iklan