Menteri Pekerjaan Umum Targetkan Perbaikan Jalan Nasional Parung Bogor Rampung dalam Dua Bulan
Perbaikan jalan nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat ditargetkan rampung dalam waktu 1-2 bulan.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Pemerintah tengah melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas Jalan Nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat dengan total panjang sekitar 21 kilometer.
- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau langsung di lokasi mengungkapkan, perbaikan jalan nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat ditargetkan rampung dalam waktu 1-2 bulan
- Saat hujan turun, pengerjaan terpaksa dihentikan demi menjaga kualitas dan daya tahan jalan.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Pemerintah tengah melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas Jalan Nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat dengan total panjang sekitar 21 kilometer.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang meninjau langsung di lokasi mengungkapkan, perbaikan jalan nasional di Parung, Bogor, Jawa Barat ditargetkan rampung dalam waktu 1-2 bulan.
Baca juga: Konektivitas Jalan Nasional Pulih 100 Persen, Pemerintah Percepat Pengurangan Pengungsi
“Memang kemarin-kemarin ada patching (tambal sulam) sampai sini, tapi belum sempurna. Kita akan pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu sampai dua bulan ini bisa selesai,” kata Dody kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, jalan Parung-Bogor sudah di luar standar. Maka dari itu perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar permukaan jalan menjadi lebih mulus dan aman, terutama bagi pengendara roda dua.
"Terutama kalau malam, hujan, saya lihat sekilas ya, karena kan saya enggak tahu itu enggak semuanya nyala (lampu) gitu lho. Jadi saya mengkhawatirkan," imbuhnya.
Baca juga: BNPB Pastikan Akses Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumatra Pulih 100 Persen
Meski begitu, ditegaskan Dody proses perbaikan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat hujan turun, pengerjaan terpaksa dihentikan demi menjaga kualitas dan daya tahan jalan.
“Kalau hujan kita harus berhenti. Kalau nggak, kualitas jalan yang diperbaiki bisa jelek,” jelasnya.
Baca tanpa iklan