Kemenhub: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Favorit Mudik Lebaran 2026
Berdasarkan Data Posko Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub, pergerakan keberangkatan penumpang kereta api naik hingga 15,25 persen dibanding tahun lalu
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Kereta api jadi moda transportasi yang paling banyak dipilih di masa mudik Lebaran 2026.
- Berdasarkan Data Posko Angkutan Lebaran 2026 di Kemeneterian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan keberangkatan penumpang kereta api naik hingga 15,25 persen dibanding tahun lalu.
- Sementara transportasi udara baik domestik dan internasional naik di angka 6,88 persen, transportasi laut naik 6,82 persen, dan transportasi darat naik 7,64 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kereta api jadi moda transportasi yang paling banyak dipilih di masa mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan Data Posko Angkutan Lebaran 2026 di Kemeneterian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan keberangkatan penumpang kereta api naik hingga 15,25 persen dibanding tahun lalu.
Baca juga: Kemenhub Catat 7,7 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum, Naik 10,95 Persen Dari Lebaran Tahun Lalu
Sementara transportasi udara baik domestik dan internasional naik di angka 6,88 persen, transportasi laut naik 6,82 persen, dan transportasi darat naik 7,64 persen.
Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Kementerin Perhubungan (Kemenhub) sekaligus Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2026, Bernadette Endah Sekar Mayashanti mengatakan, angka itu akumulasi sejak H-8 Lebaran hingga Kamis (19/3/2026).
Secara keseluruhan, total pemudik tembus 7,7 juta orang.
"Dari H-8 sampai dengan H-3 sebanyak 7.753.476 orang naik 10,95 persen dibandingkan dengan angkutan lebaran tahun 2025," jelas Bernadette di kawasan Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat.
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan di jalan tol juga mengalami peningkatan.
Baca juga: Arus Mudik Meningkat, Jasa Marga Berlakukan Contraflow 3 Lajur di Tol Japek Mulai KM 48
Jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat naik 4,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta justru melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 14,24 persen.
Adapun untuk wilayah Jabodetabek, pergerakan kendaraan baik yang keluar maupun masuk melalui gerbang tol tercatat meningkat sebesar 0,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.