Harga Pertamax Turbo Melonjak, Pengendara CBR600RR Mulai Beralih ke Pertamax Green
Harga BBM nonsubsidi naik April 2026, pengendara moge mulai beralih ke Pertamax Green demi menekan biaya tanpa turunkan performa
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat pengendara moge mulai beralih ke Pertamax Green.
- Di SPBU MT Haryono, antrean Pertamax Turbo terlihat lebih lengang.
- Pengguna mengaku biaya isi penuh kini meningkat tajam, sehingga mencari alternatif lebih ekonomis tanpa mengorbankan performa kendaraan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per April 2026 benar-benar membuat para pemilik kendaraan roda dua berkapasitas mesin besar harus memutar otak.
Pantauan jurnalis Tribunnews di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sejumlah pengendara motor sport atau moge mulai beralih dari Pertamax Turbo ke jenis BBM lain yang harganya lebih terjangkau namun tetap memiliki kualitas oktan yang mumpuni.
Salah satunya seperti yang terpantau di SPBU Pertamina 31.128.02 di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026) pagi.
Di tengah keriuhan usai suasana Sunday Morning Ride (Sunmori), antrean di dispenser Pertamax Turbo tampak jauh lebih lengang dibandingkan biasanya. Banyak pengendara moge kini melirik dispenser Pertamax Green sebagai alternatif substitusi.
Satu diantaranya adalah Garin, seorang pengendara motor sport Honda CBR600RR asal Bekasi, mengaku terkejut dengan lonjakan harga Pertamax Turbo yang kini menyentuh angka Rp 19.400 per liter.
Ditemui usai mengisi bensin, Garin bercerita sebelumnya ia adalah pengguna setia Pertamax Turbo demi menjaga performa mesin motor 4 silindernya. Namun, kenaikan harga yang mencapai Rp 6.300 per liter membuatnya harus mencari alternatif.
"Sebenarnya kalau pakai Pertamax (92) juga sudah cukup, tapi buat performa yang lebih bagus disarankan oktan lebih tinggi seperti Turbo. Cuma karena harganya naik, ya kami cari substitusi lah supaya nggak terlalu tinggi pengeluarannya setiap isi bensin," ujar Garin kepada Tribunnews di lokasi.
Garin membeberkan hitung-hitungan biaya yang harus ia keluarkan pasca kenaikan harga. Jika biasanya ia cukup merogoh kocek Rp 150.000 untuk mengisi penuh tangki motornya, kini angka tersebut tidak lagi cukup.
"Pertamax Turbo kalau full tank untuk motor ini biasanya cuma Rp 150 ribu. Tapi dengan harga sekarang, mungkin bisa Rp 200 ribu lebih sekali isi," keluhnya.
Karena alasan itulah, untuk pertama kalinya Garin mencoba beralih ke Pertamax Green.
Sebelum memutuskan pindah haluan, ia mengaku sempat melakukan riset kecil-kecilan mengenai kecocokan bahan bakar tersebut untuk motor sport.
"Jujur ini baru pertama kali coba Pertamax Green. Hasil riset saya sih cukup ya buat motor sport. Ini jadi ajang uji coba dulu, kalau memang cocok dan performanya nggak turun, ya mungkin pakai ini terus," tambah pria yang mengaku hanya mengeluarkan motornya saat akhir pekan ini.
Meski motor yang digunakannya hanya untuk hobi, Garin berharap pemerintah atau pihak terkait bisa meninjau kembali harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax Turbo.
"Harapannya kalau bisa ya Pertamax Turbo disesuaikan lagi harganya, diturunin lagi lah," pungkasnya.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan, Mobil Mewah Masih Isi Pertamax Turbo di SPBU Kemang
Mengutip situs MyPertamina, harga sejumlah BBM non-subsidi naik signifikan, di antaranya PertamaxTurbo per 18 April ini dibanderol Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Untuk Dexlite, harga dibanderol Rp23.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada Pertamina Dex yang harga saat ini Rp23.900 atau naik dari yang sebelumnya Rp14.500.
Meski demikian, Pertamina tidak menaikkan harga BBM subsidi dan sejumlah BBM non-subsidi, diantaranya Pertamax dengan RON 92 yang harganya tetap di Rp12.300 dan Pertamax Green di Rp12.900.
Baca tanpa iklan