Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL vs Argo Anggrek Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
Korban tewas akibat kecelakaan KRL versus KA Argo Anggrek terus bertambah. Sampai dengan pukul 08.45 WIb jumlah korban meninggal 14 orang.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Korban tewas akibat kecelakaan KRL versus KA Argo Anggrek terus bertambah.
- Sampai dengan pukul 08.45 WIb jumlah korban meninggal 14 orang.
- KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban tewas kecelakaan KRL versus KA Argo Bromo Anggrek terus bertambah. Sampai dengan pukul 08.45 WIb korban tewas berjumlah 14 orang.
"Update 08.45 WIB, korban meninggal dunia 14, korban luka 84 orang," ujar VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba dalam pernyataannya, Selasa(28/4/2026).
Baca juga: Gerbong KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur Mulai Dievakuasi
KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Posko Tanggap Darurat
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk 84 korban luka-luka saat ini dibawa ke beberapa rumah sakit di Bekasi, diantaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sementara jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Gerbong KRL Dievakuasi
Sementara itu, Tim gabungan dari KAI, TNI, dan Polri mulai melakukan evakuasi terhadap gerbong nomor 10 kereta KRL Commuter Line yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, tampak puluhan personel KAI yang dibantu TNI-Polri mulai menarik material KRL yang rusak.
Baca juga: Kesaksian Penumpang Selamat Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur
Tampak para petugas menggunakan alat pengait otomatis yang dikaitkan kepada badan gerbong. Mereka juga tampak menarik secara manual material gerbong.
Beberapa meter di depan kereta KRL tersebut tampak lokomotif rescue atau kereta api penolong yang akan digunakan untuk menarik gerbong yang tertabrak.
Proses evakuasi terhadap korban telah dihentikan oleh Basarnas. Hingga saat ini awak media masih menunggu kabar terakhir dari Basarnas untuk mengetahui informasi mengenai korban.
Terakhir berdasarkan pantauan Tribunnews.com, tim gabungan dari Basarnas kembali mengevakuasi dua kantong jenazah.
Baca tanpa iklan