Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek 110 Kilometer Per Jam Saat Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Kereta api Bromo Anggrek mencapai 110 kilometer per jam saat menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek 110 Kilometer Per Jam Saat Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
KECELAKAAN KERETA DI BEKASI - Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, saat ditemui di perlintasan Jalan Ampera, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kereta api Bromo Anggrek mencapai 110 kilometer per jam saat menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.
  • Kecelakaan terjadi diduga karena pemberian informasi yang kurang akurat kepada KA Bromo Anggrek.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi mengungkapkan kecepatan laju kereta api (KA) Bromo Anggrek mencapai 110 kilometer per jam saat menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Baca juga: Kondisi Terkini Stasiun Gambir Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe mengatakan, tabrakan yang melibatkan dua rangkaian kereta berbeda itu diduga terjadi karena pemberian informasi yang kurang akurat kepada KA Bromo Anggrek.

EVAKUASI GERBONG KRL - Kondisi evakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas melakukan pemotongan gerbong KRL saat melakukan evakuasi korban tabrakan tersebut. Sebagai informasi dalam insiden tersebut ada tujuh penumpang meninggal dunia ementara 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tribunnews/Jeprima
EVAKUASI GERBONG KRL - Kondisi evakuasi gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Petugas melakukan pemotongan gerbong KRL saat melakukan evakuasi korban tabrakan tersebut. Sebagai informasi dalam insiden tersebut ada tujuh penumpang meninggal dunia ementara 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

"Mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek, dimana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam," kata Sandhi, saat ditemui di sekitar perlintasan kereta Jalan Ampera, pada Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, Sandhi juga mengatakan, KRL yang ditabrak KA Bromo Anggrek sejatinya tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena perjalanan yang terganggu imbas peristiwa KRL menabrak satu unit taksi mobil listrik di perlintasan Jalan Ampera.

Sandhi menjelaskan, taksi mobil listrik tersebut mogok tepat di perlintasan Jalan Ampera karena mengalami korsleting elektrik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, ya. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Sandhi.

(Ibriza/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas