Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Ratapi Warung Sembakonya Hangus, Harta Rp500 Juta Ludes Terbakar Imbas Kebakaran Kemayoran

Andes kehilangan rumah sekaligus warung sembakonya dalam kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran. Hampir seluruh harta benda hangus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Warga Ratapi Warung Sembakonya Hangus, Harta Rp500 Juta Ludes Terbakar Imbas Kebakaran Kemayoran
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
KEBAKARAN KEMAYORAN - Andes (45), satu dari sejumlah warga yang rumahnya ludes terbakar dalam insiden kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (2/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Andes kehilangan rumah sekaligus warung sembakonya dalam kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran. Hampir seluruh harta benda hangus, hanya sebagian dokumen penting dan dua motor yang berhasil diselamatkan.
  • Saat kebakaran, Andes memprioritaskan keselamatan keluarga dan menutup warungnya karena khawatir barang dagangan diambil orang saat situasi panik.
  • Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Andes berharap mendapat bantuan pemerintah berupa dana, pakaian, dan makanan untuk memulai kembali usahanya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andes (45), adalah satu dari ratusan warga yang kehilangan harta bendanya imbas insiden kebakaran hebat di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Saat ditemui, Selasa (2/6/2026), Andes sedang duduk di depan rumahnya yang sudah hangus dan porak-poranda. 

Rumah Andes ukan hanya difungsikan sebagai tempat tinggal, tapi juga dijadikan warung sembako, yang dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan 'Warung Makassar'.

Ia menjelaskan, rumah tersebut sejatinya berlantai dua, dimana lantai bagian bawah untuk warung dan lantai dua sebagai tempat tinggal bersama lima anggota keluarganya yang lain.

Andes juga memiliki gudang untuk menyimpan barang-barang dagangan, yang didominasi produk air minum kemasan. Gudang itu berada persis di seberang rumahnya.

Sementara itu, kata Andes, ada plastik yang difungsikan seperti kanopi diantara rumahnya dan gudang, sehingga tercipta suasana teduh di jalan yang kerap dilalui warga.

Namun, saat ini suasana itu tak lagi ada. Hanya reruntuhan tembok, rolling door warung dan beberapa barang dagangan yang hangus.

Rekomendasi Untuk Anda

Beruntungnya, bangunan yang dijadikan gudang tak ikut terlahap si jago merah. Menurut Andes, barang-barang dagang yang masih tersisa di gudang masih dapat menunjang perekonomiannya pasca-kebakaran.

"Iya di sini adem dan warga suka kumpul. Pas kejadian lagi ramai-ramai warga di sini. Enggak lama orang teriak 'kebakaran'," kata Andes, kepada Tribunnews.com, Selasa.

Saat kebakaran berlangsung, Andes mengatakan, hal utama yang diselamatkan adalah para anggota keluarga.

Hampir semua harta benda di rumah sekaligus warung itu hangus tak bersisa. Bahkan, pakaian sekalipun tak sempat terselamatkan hingga hanya menyisakan pakaian yang dikenakannya sejak Senin malam hingga saat ditemui, Selasa siang.

Pria yang saat ditemui mengenakan kemeja putih bermotif kotak-kotak itu menyebut, dia hanya berhasil menyelamatkan sebagian dokumen berharga dan dua unit motor.

"Ludes, enggak ada sisa, bahkan (sisa) baju (yang dikenakan) ini aja, enggak ada yang lain. Enggak sempat menyelamatkan barang-barang," ucapnya.

"Yang penting keluarga sudah keluar semua, udah, aku enggak pikirkan yang lain," tambah Andes.

Andes mengaku langsung menutup warungnya seketika api membesar. Hal itu dilakukannya karena dia mengaku tidak rela membiarkan barang dagangannya dicuri orang.

"Makanya pas kejadian, warung, saya langsung tutup. Banyak orang yang mau tolong. Tapi asal (barang dagang) dibawa orang, kita enggak tahu dibawa ke mana. Daripada dibawa orang, gapapa mending bakar aja saya bilang," kata Andes.

Ia mengaku lebih rela barang dagangnya terbakar habis daripada harus dicuri orang yang dikhawatirkannya memanfaatkan situasi kepanikan warga saat itu.

Lebih lanjut, Andes sempat berjaga agar gudangnya tidak ikut terbakar. Bahkan, ia mengaku sengaja membolehkan warga untuk menggunakan kardus-kardus berisi air minum kemasan kondisi baru untuk upaya memadamkan api.

"Galon air di sini, kardus isi air kemasan itu dipakai untuk siram api itu. Bukan diminum, dilemparin 100 dus untuk siram api itu karena pemadam kan belum datang. Saya sengaja suruh warga, enggak apa-apa," kata Andes.

Dari insiden kebakaran ini, ia mentaksir kerugian yang dialaminya mencapai Rp500 juta.

"Pokoknya habis banyak. Barangnya aja sekitar Rp500 juta. Rokok-rokok aja udah tahu sendiri, rokok-rokok bal-balan," ungkap Andes.

Ia lantas berharap, ada bantuan dari pemerintah baik berupa dana, pakaian, ataupun makanan.

Baca juga: Pakaian Ludes Dilahap Api, Warga Korban Kebakaran di Kemayoran Berharap Bantuan

"Ya bantuan dana bisa dibagikan, ini sehari-hari enggak ada baju, makanan, ya kan," tutur dia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas