Dari Aduan hingga Layanan Darurat, JAKI Jadi Teman Digital Warga Jakarta
JAKI hadir sebagai superapp yang menghubungkan warga dengan berbagai layanan publik secara cepat, mudah, dan transparan.
Penulis:
Yosephin Pasaribu
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Tinggal di kota sebesar Jakarta memaksa warganya bergerak sangat cepat. Karenanya, layanan publik harus bisa diakses kapan saja dan dari mana saja. Apalagi, jika menghadapi situasi darurat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai pusat layanan digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan warga dalam satu platform.
Dikembangkan oleh Jakarta Smart City (JSC) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, JAKI hadir sebagai superapp yang menghubungkan warga dengan berbagai layanan publik secara cepat, mudah, dan transparan.
Melalui pembaruan yang diluncurkan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Mei 2025, JAKI dilengkapi berbagai fitur untuk mempermudah aktivitas warga sehari-hari melalui semangat #bikingampang.
Dari Lapor Jalan Rusak hingga Cek Kamar Rumah Sakit
Seiring perkembangannya, fungsi JAKI jauh lebih luas. Melalui fitur JakLapor, warga dapat menyampaikan berbagai persoalan layanan publik, mulai dari jalan berlubang, lampu penerangan yang mati, hingga fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan. Laporan tersebut dapat dipantau progres penanganannya melalui fitur JakRespons.
JAKI juga menyediakan fitur JakWarta yang menyajikan informasi resmi dan terkini mengenai berbagai program serta kebijakan Pemprov DKI Jakarta.
Di bidang kesehatan, warga dapat memanfaatkan layanan antrean fasilitas kesehatan secara daring, memantau ketersediaan kamar rawat inap rumah sakit secara real time, hingga mengakses layanan konseling psikologis melalui fitur JakCare. Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akses menuju layanan Mobile JKN kini lebih mudah diakses melalui integrasi yang tersedia di aplikasi.
Baca juga: Ingin Lanjutkan Program Anies, Rano Karno: Lanjutin Aplikasi JAKI Jadi Lebih Canggih dan Responsif
Hadir Saat Warga Butuh Bantuan Darurat
Keunggulan lain JAKI adalah kemampuannya menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat dalam situasi mendesak. Melalui fitur Tombol Darurat 112, warga dapat terhubung dengan layanan kegawatdaruratan selama 24 jam. Selain itu, tersedia pula layanan Ambulans Gratis yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan bantuan medis darurat.
Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan, fitur Pantau Banjir memungkinkan pengguna memantau kondisi banjir dan tinggi muka air secara real time. Sistem notifikasi peringatan dini juga membantu masyarakat memperoleh informasi lebih cepat ketika terjadi potensi cuaca ekstrem atau bencana.
Bantu Aktivitas Harian Warga
Tidak hanya untuk layanan publik dan kedaruratan, JAKI juga dirancang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat. Melalui fitur JakPangan, warga dapat memantau harga kebutuhan pokok di berbagai pasar. Sementara itu, fitur JakWiFi membantu pengguna menemukan titik layanan internet gratis milik Pemprov DKI Jakarta.
Bagi pemilik kendaraan, tersedia fitur JakPenda yang memudahkan akses informasi terkait pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, hingga retribusi daerah.
Warga juga dapat memperoleh informasi lokasi kantong parkir resmi untuk menghindari parkir liar, serta mengakses informasi bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) melalui akun digital yang terintegrasi.
Baca juga: Wapres Gibran Puji Pramono Anung Gratiskan Transportasi Publik untuk 15 Golongan
Mempercepat Jakarta Menuju Kota Global
Pengembangan JAKI menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, aman, dan responsif.
Sejalan dengan peluncuran wajah baru JAKI pada 2025, Pemprov DKI Jakarta menambah 100 unit CCTV di sejumlah titik strategis. Penambahan tersebut melengkapi sekitar 1.400 CCTV yang telah terpasang sebelumnya sehingga jumlahnya mencapai sekitar 1.500 unit di berbagai wilayah Jakarta.
Seluruh perangkat tersebut terhubung dengan pusat kendali (command center) yang memungkinkan pemantauan secara real time dan membantu petugas merespons berbagai kejadian dengan lebih cepat.