Harga Beras Naik, Pedagang Pasar Senen Ngeluh Penjualan Sepi, Begini Kondisinya
Harga beras premium yang semula Rp15.500 kini naik jadi Rp16.000 per kilogram.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Konflik Iran-Israel dan pelemahan rupiah disebut berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran saat ini.
- Harga beras premium naik dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 per kilogram sementara Bulog tetap stabil harganya.
- Pedagang mengeluhkan pesanan daring menurun drastis dan berharap masyarakat tidak terdampak kenaikan harga sembako tersebut.
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi perang Iran-Israel hingga rupiah yang kian melemah berdampak bagi naikanya harga jual beras.
Kito, salah seorang pedagang beras di Pasar Senen Jakarta Pusast mengeluhkan hal tersebut.
“Pas naik plastik, sudah naik itu, sudah semuanya naik semua,” kata Kito saat ditemui wartawan, Selasa (09/10/2026).
Harga beras premium yang semula Rp15.500 kini naik jadi Rp16.000 per kilogram.
Sementara beras pemerintah seperti Bulog masih stabil di sekitar Rp12.500 per kilogram.
Toko Kito berada di lantai 2 Blok 6 Pasar Senen. Selain beras, toko itu juga menjual sembako.
Tak hanya pembelian langsung, toko Kito juga melayani pembelian secara daring.
Pemesanan daring itu kini dirasa mulai sepi.
“Online sepi banget hari ini,” tutur Kito
“Kalau biasanya bisa sampai 50 paket (orderan), 200, 100,” lanjut dia.
Kondisi sepi itu sudah mulai terasa sejak 2 minggu lalu.
Pun hari ini, hingga jelang siang, Kito baru mendapat 5 pesanan.
Baca juga: Dirut Bulog Minta Pedagang Beras di Pasar Cipinang Tidak Jual Terlalu Mahal
Pesanan yang diterima berupa campuran sembako. Sedangkan untuk beras saja, biasanya dipesan oleh restoran-restoran.
“Yang belanja kebanyakan restoran, ya tergantung restoran juga, restoran sepi pun kita sepi,” tutur Kito.
Besar harapan Kito agar ke depan masyarakat tidak menjadi korban atas harga sembako yang kian naik.
“Ya mudah-mudahan ya untuk masyarakat bisa jangan sampai kena dampaknya lah kalau bisa mah ya kan,” harap Kito.