Harga Cabai hingga Daging Ayam Naik, Pembeli di Pasar Senen Mengeluh
Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai dirasakan pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat khususnya daging ayam dan cabai rawit.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Harga daging ayam di Pasar Senen Jakarta merangkak naik
- Harga cabai rawit di Pasar Senen mencapai Rp 90 ribu per kilogram
- Harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai dirasakan pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Daging ayam dan cabai menjadi komoditas yang paling banyak dikeluhkan.
Sebab harga kedua komoditas tersebut terus merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir.
Aji, seorang pembeli, mengaku harga cabai menjadi yang paling terasa kenaikan harganya dibanding kebutuhan dapur lainnya.
"Cabai sih, parah, cabai rawit," kata Aji kepada wartawan di sela waktu berbelanja di Pasar Senen, Selasa (09/06/2026).
Menurut dia, harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram kini mencapai Rp 90 ribu per kilogram.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Anggota DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Pangan
"Tadinya di harga 70 ribu ya, (sekarang) 90 ribu," ucapnya.
Kenaikan harga daging ayam juga dikeluhkan Aji.
Aji membeli 1 kilogram dada ayam dan 10 potong hati amepla dengan harga Rp 70 ribu.
Baca juga: BPS: Inflasi Indonesia Mei 2026 Mencapai 3,08 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Tin, penjual ayam tempat Aji berbelanja, mengaku untuk total pembelian dada ayam dan hati ampela semula berada di angka Rp 60 ribu.
Angka itu perlahan naik.
Sementara harga daging ayam yang dijual Tin semula Rp 35 ribu kini naik hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk ayam fillet naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Inflasi Capai 3,08 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini menjelaskan, kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,40 pada Mei 2026.