Sulap Sampah Kardus Jadi Karya Bermakna, Seniman Faisal Darmawan Hidupkan Karakter 'Carthea'
Karakter yang digambarkan berkepala kardus tersebut lahir dari refleksi pribadi Faisal terhadap kenangan, harapan, dan perjalanan hidup.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Jadikan melukis tempat bercerita sejak kecil, seniman Faisal Darmawan sukses ciptakan karakter berkepala kardus bernama Carthea.
- Faisal Darmawan memaknai karakter Carthea dari filosofi kardus yang selalu setia menemani awal perjalanan hidup manusia.
- Telah dipamerkan hingga Seoul, Faisal Darmawan rilis belasan karya seni Carthea yang dibanderol dari 8 juta hingga 28 juta rupiah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi Faisal Darmawan, benda yang sering dianggap sampah ternyata mampu melahirkan sebuah karya yang membawa pesan tentang kenangan, harapan, dan perjalanan hidup.
Berangkat dari pemaknaannya yang memvisualisasikan hidup yang rapuh, mudah rusak bahkan sering dibuang tergambar dari benda berwujud kardus.
Namun pemaknaan bagi Faisal Darmawan justru berbeda, benda yang sering dilupakan orang lain justru sering menemani hidup manusia dalam memulai kisahnya di tempat baru.
Baca juga: Lukisan Bunda Maria Berkebaya dari Megawati untuk Paus Fransiskus Karya Pelukis Yogya, Ini Maknanya
Melalui karya yang dibuat dari kardus, ia ingin memperkenalkan karya berwujud karakter Carthea yang autentik melalui citra kardus.
Seniman muda asal Sulawesi ini, membagikan perjalanan kreatifnya dalam menciptakan karakter bernama Carthea dalam sebuah workshop seni yang digelar pada tanggal Senin (9/6/2026) bertempat di Jakarta Pusat.
Workshop tersebut bertujuan agar orang lain mengenal lebih dekat siapa Carthea serta dunia yang ada di dalam karya yang ia buat.
Karakter yang digambarkan berkepala kardus tersebut lahir dari refleksi pribadi Faisal terhadap kenangan, harapan, dan perjalanan hidup yang dituangkannya melalui karya seni visual dan tiga dimensi.
Faisal merupakan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta angkatan 2019, mengaku mulai menekuni dunia seni sejak lama. Baginya Melukis menjadi media untuk menyalurkan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata.
"Saya banyak mengalami berbagai peristiwa sejak SD hingga SMA, tetapi tidak memiliki tempat untuk bercerita. Melalui seni, saya bisa menyampaikan apa yang saya rasakan tanpa harus mengatakannya secara langsung," ujar Faisal dalam workshop tersebut.
Menurutnya, proses penciptaan Carthea tidak berlangsung singkat.
Dalam pembuatan karya menurut Faisal dibutuhkan pemikiran tema terlebih dahulu, lalu menyusun konsep mau bagaimana pencitraan karya yang ia ingin buat, setelah menyusun konsep dia mengolah didalam pikiran hingga menjadi visual. Visual tersebut yang Ia tuangkan dalam sebuah karya.
Sehingga dalam membuat karakter Carthea Ia harus memuat dan merombak berbagai sketsa sebelum menemukan bentuk karakter yang mempresentasikan dirinya.
Faisal juga ingin menghadirkan karya yang tidak hanya berbentuk tiga dimensi yang lebih interaktif dan menarik.
Dalam sesi workshopnya, Faisal mengungkapkan bahwa salah satu inspirasinya berasal dari karakter Hello Kitty.