Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Pimpinan Parlemen Jadi Pedagang di Bazaar Daging Murah

Tiga petinggi lembaga negara menjadi pedagang dalam Bazar Daging Sapi yang digelar di aula Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Jakarta.

zoom-in Pimpinan Parlemen Jadi Pedagang di Bazaar Daging Murah
Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, dan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang jadi pedagang dalam Bazar Daging Sapi yang digelar di aula Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (1/7/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga petinggi lembaga negara menjadi pedagang dalam Bazar Daging Sapi yang digelar di aula Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Tiga petinggi itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, dan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO).

Ratusan warga sekitar serta karyawan parlemen ikut mengantri daging yang dijual Rp 75 ribu per kilogram.

Ketiga petinggi negara itu langsung meladeni warga yang berjejal membeli daging sapi murah untuk rakyat.

"Antre dulu, semua dapat," kata panitia di lokasi acara, Jumat (1/7/2016).

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia juga ikut menjual daging kepada warga sekitar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mudah-mudahan bisa bantu dengan harga terjangkau Rp 75 ribu satu kilo untuk bikin rendang dan semur," kata Zulkifli.

Sementara Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan operasi pasar yang dilakukan pemerintah mengharuskaan harga daging Rp 80 ribu per Kg.

Padahal di pasaran harga Rp 85 ribu.

"Dimasa mendatang semoga Rp 80 ribu. Yang luar biasa terutama keberadaan Bulog," kata Politikus Golkar itu.

Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, mengaku sudah berbicara dengan Zulkifli Hasan dan Oesman Sapta Odang agar Bulog berperan kembali sebagai badan logistik untuk melakukan stabilisasi harga.

Sedangkan OSO mengingatkan kebutuhan daging sapi per hari sebanyak 150 ton.

"Itu sudah ada kontrak dengan perusahaan daerah dengan NTT. Dia bilang ini membantu peternak dari NTT.

Kalau 150 ton per hari artinya 4500 ton per bulan sama dengan 30 ribu sapi. Sapi darimana? jadi pembohong itu ibu-ibu yang mengatakan suplai sapi dari NTT," kata OSO.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas