Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mahyudin: Kita Harus Jaga, Agar Indonesia Tetap Aman Sentosa

Dihadapan Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Mahyudin ST, MM, mengingatkan tidak ada y

Mahyudin: Kita Harus Jaga, Agar Indonesia Tetap Aman Sentosa
MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Mahyudin ST, MM. 

Dihadapan Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Mahyudin ST, MM, mengingatkan tidak ada yang bisa menjamin bahwa bangsa Indonesia akan bertahan hingga 100 tahun lagi. Faktanya banyak bangsa yang sebelumnya dinilai kuat, berpengaruh bahkan memiliki banyak negara jajahan tapi ternyata kini negara itu sudah tidak ada lagi.

Dua diantara negara yang dulunya kuat dan kini tidak ada lagi adalah Andalusia dan Uni Soviet. Pada zamannya, Andalusia adalah negara yang sangat kuat dan ditakuti baik oleh kawan maupun lawan-lawannya. Sedang Uni Soviet dikenal sebagai negara super power, yang hanya bisa ditandingi oleh Amerika beserta sekutunya. Tetapi kini baik Andalusia maupun Uni Soviet sudah hancur lebur, dan tidak ada lagi di peta dunia.

"Jadi, tidak ada yang bisa menjamin, bahwa bangsa Indonesia akan bertahan selamanya. Bisa saja satu saat Indonesia akan sirna jika kita tidak bagus dalam menjaga dan merawatnya", kata Mahyudin menambahkan.

Pernyataan itu dikemukakan Mahyudin saat membuka kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kerjasama MPR dengan KKM Kukar. Acara tersebut berlangsung di Gedung Putri Karang Melennu Tenggarong, Kutai Kartanegara Kaltim, Kamis (21/3).

Untuk menjaga agar kemungkinan Indonesia lenyap dari muka bumi, itu tidak terjadi kata Mahyudin seluruh masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap keselamatan NKRI. Masyarakat tidak boleh terpengaruh oleh politik pecah belah, seperti yang pernah terjadi pada zaman penjajahan Belanda. Masyarakat juga harus mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi dan golongan.

"Kita harus bangkit dari kebodohan. Pendidikan harus diutamakan, karena hanya dengan pendidikan generasi muda kita bisa bersaing dengan pemuda-pemuda lain diberbagai belahan dunia", kata Mahyudin menambahkan.

Mendekati pemilu 2019, Mahyudin mengingatkan agar masyarakat tidak gampang dibohongi berita hoax. Caranya, masyarakat tidak dengan mudah menyebarkan sebuah berita, jika kebenarannya belum bisa dipastikan.

"Apapun pilihannya kita tidak boleh terpecah belah. Siapapun presiden yang akan terpilih Indonesia harus tetap aman sentosa", kata Mahyudin menambahkan. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas