Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Syarief Hasan: Peran TNI di Masa Pandemi Covid-19 Harus Diapresiasi

Mereka yang menyerang polisi dan TNI kita di Papua adalah Kelompok kriminal bersenjata. Jadi kewajiban kita menegakkan NKRI dari rongrongan KKB.

Syarief Hasan: Peran TNI di Masa Pandemi Covid-19 Harus Diapresiasi
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan aksi Terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi Terorisme. Hal tersebut disampaikan Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon, S.H., M.M., saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, bertempat di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNNEWS.COM - Dihadapan Prajurit Yonif Para Raiders 305/Tengkorak, Karawang Jawa Barat, Wakil Ketua MPR RI  Sjarifuddin Hasan memberi apresiasi tinggi kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama berlangsungnya pandemi Covid-19, partisipasi TNI sebagai garda terdepan membantu aparat terkait dalam penanganan Covid memiliki makna yang sangat signifikan. Karena itu, peran TNI yang turut serta ikut menangani Covid-19 harus diapresiasi semua pihak.

Selain ikut menangani Covid -19, pada saat yang sama, TNI juga tetap fokus menjalankan tugas mengawal keutuhan NKRI. Sebagaimana ditunjukkan oleh Prajurit Yonif Para Raiders 305/Tengkorak yang baru kembali dari medan laga menumpas Kelompok Kejahatan Bersenjata (KKB) di Papua dan Papua Barat.

"Menjaga dan mengawal keutuhan NKRI, adalah tugas TNI yang diamanatkan dalam UU NO 34 Tahun 2004 tentang TNI. Jadi penumpasan KKB di Papua dilandasi aturan yang kuat," kata Syarief Hasan, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di markas Yonif Para Raiders 305/Tengkorak, Karawang Jawa Barat, Selasa (23/2/2021).

Ikut hadir pada acara tersebut, Panglima Kostrad (Pangkostrad) : Letjen TNI Eko Margiyono, Pati Sahli Tingkat 3 Polkamnas: Mayjen TNI Agus Dhani. Dan Aster Kaskostrad : Brigjen TNI Novi Rubadi. Selain itu hadir juga Asintel Kaskostrad : Brigjen TNI Fritz Gerald Pasaribu, Kasdivif 1 Kostrad : Kasdivif-1 : Brigjen TNI Anton Yuliantoro, Aster Kasdivif 1 Kostrad : Kolonel inf Choiril Anwar, serta Komandan Yonif PR (Danyonif PR 305) Mayor Inf Fajar Akhirudin.

Syarief Hasan mengingatkan, saat ini peristiwa di Papua dan Papua Barat sudah menjadi isu nasional dan internasional. Tetapi, bergabungnya Papua dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Karena diputuskan melalui referendum oleh masyarakat Papua sendiri. Sehingga mempertahankan Papua tetap menjadi bagian dari NKRI adalah harga mati.

"Mereka yang menyerang polisi dan TNI kita di Papua adalah Kelompok kriminal bersenjata. Jadi kewajiban kita menegakkan NKRI dari rongrongan KKB," kata Syarief Hasan.

Syarief Hasan mengingatkan, masalah di Papua yang harus ditangani sekarang adalah persoalan kemiskinan. Pemerintah memang sudah mengucurkan anggaran sangat besar, mencapai Rp 126 triliun, belum termasuk APBN dan APBD, tapi itu belum cukup meningkatkan kemakmuran warga Papua. Meski belum sepenuhnya sejahtera, tetapi nasib masyarakat Papua sudah lebih baik dibanding Papua Nugini.

"Ini harus disyukuri dan tingkatkan. Agar kesempatan warga Papua berdiri sejajar dengan warga Indonesia lainnya bisa segera diwujudkan," tutup Syarief Hasan .

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas