Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masyarakat Diminta Dukung Vaksinasi Covid-19 Nasional dengan Tidak Sebarkan Hoax

Karena itu, ujarnya, diperlukan tata kelola penyampaian informasi yang mampu menangkal hoax, untuk memperlancar proses vaksinasi secara massal.

Masyarakat Diminta Dukung Vaksinasi Covid-19 Nasional dengan Tidak Sebarkan Hoax
TRIBUNNEWS.COM/HO
Lansia melakukan vaksinasi di Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). Lippo Malls dan Siloam Hospitals Group memberikan dukungan kepada pemerintah dan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan merealisasikan target nasional 1 juta vaksinasi per hari dengan menyiapkan area di 74 mal di seluruh Indonesia dengan tenaga medis vaksinasi yang disiapkan dari 39 rumah sakit jaringan Siloam Hospitals Group. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta masyarakat mendukung sepenuhnya proses vaksinasi Covid-19 secara nasional agar berjalan lancar. Berita hoax dalam pelaksanaan vaksinasi dikhawatirkan mengganggu pencapaian target vaksinasi Covid-19 nasional.

"Sangat memprihatinkan bila masih ada pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong terkait tahapan vaksinasi Covid-19, sehingga masyarakat dirugikan, apalagi yang terkena dampaknya para lansia," kata Lestari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/3), menyikapi banyaknya warga lansia yang terkecoh kabar bohong saat mendatangi Sentra Vaksin Covid-19 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Vaksinasi yang hanya ditujukan kepada lansia warga DKI Jakarta itu, dikabarkan lewat sosial media oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, berlaku untuk semua lansia. Akibatnya, sejumlah lansia yang tinggal di kawasan sekitar Jakarta pun datang, namun tidak bisa dilayani.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, fenomena penyebaran hoax yang terjadi dalam proses vaksinasi Covid-19 nasional ini harus segera diantisipasi dengan strategi yang tepat agar tidak terulang.

Rerie berharap, para penyelenggara vaksinasi Covid-19, memiliki tata kelola informasi yang memadai dan mudah dipahami masyarakat, untuk menghindari pemahaman yang keliru terhadap informasi yang disampaikan.

Apalagi laman www.kemkes.go.id mencatat hingga Sabtu (13/3) jumlah masyarakat yang divaksinasi dosis kedua sejumlah 1,45 juta orang. Sementara jumlah masyarakat yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama 3,98 juta orang.

Padahal, ungkap anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, syarat minimal 70% populasi penduduk divaksinasi untuk mendapatkan kekebalan kelompok, sekitar 181 juta orang.

Sehingga, tegas Rerie, masih banyak pelaksanaan vaksinasi secara massal yang harus dilaksanakan di hari-hari mendatang untuk mencapai target tersebut.

Karena itu, ujarnya, diperlukan tata kelola penyampaian informasi yang mampu menangkal hoax, untuk memperlancar proses vaksinasi secara massal.

Kanal-kanal informasi yang kredibel untuk mengkonfirmasi berita-berita terkait vaksinasi, menurut Rerie, sangat diperlukan untuk menghindari kebingungan masyarakat dalam proses vaksinasi Covid-19 nasional.

Bagi masyarakat, Rerie berharap, harus semakin bijak dalam menyikapi informasi yang belum pasti kebenarannya, untuk menghindari penyebaran berita hoax.

Selain itu di masa pandemi Covid-19 ini, tegas Rerie, dukungan masyarakat dalam bentuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, sangat diharapkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas