Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua MPR RI: Jangan Terjebak Saling Menyalahkan

Lestari Moerdijat mengingatkan penambahan kasus baru covid-19 yang terus meroket hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk saling mendukung

Wakil Ketua MPR RI: Jangan Terjebak Saling Menyalahkan
Istimewa
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa penambahan kasus baru covid-19 yang terus meroket hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk semakin meningkatkan koordinasi, kerja sama, dan saling mendukung dalam berbagai langkah dan upaya penanggulangan pandemi covid-19.

"Ini peringatan bagi kita semua agar bekerja lebih keras, saling mendukung, dan tidak terjebak pada polemik saling menyalahkan karena akan melemahkan kita dalam mengahadapi tingkat penularan virus korona yang kian meroket," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (15/7).

Berdasakan data yang dirilis Satgas Covid-19, Rabu (14/7), jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 54.517 orang, hasil pemeriksaan 240.724 spesimen. Dengan demikian, total yang terkonfirmasi poistif covid-19 hingga saat ini sebanyak 2.670.046. Adapun, penambahan tertinggi berasal dari DKI Jakarta 12.667, Jawa Barat 10.444, Jawa Timur 7.088, Jawa Tengah 5.110, dan Banten 3.889.

Sementara itu, pasien meninggal juga bertambah mencapai 991 orang sehingga total menjadi 69.210. Penambahan tertinggi berasal dari Jawa Tengah 237 orang, Jawa Timur 234 , Jawa Barat 142, dan DKI Jakarta 65 orang. Jumlah pasien sembuh pun bertambah 17.762 orang sehingga total menjadi 2.157.363. Jawa Barat menyumbang pasien sembuh tertinggi sebanyak 4.119, DKI Jakarta 3.066, Jawa Tengah 2.375, Jawa Timur 1.837, dan Yogyakarta 1.044 orang.

Menurut politikus Partai NasDem yang akrab disapa Rerie, penambahan kasus baru dalam jumlah signifikan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali, merupakan masukan bagi pemerintah, Satgas Covid-19, dan aparat keamanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan PPKM darurat.

"PPKM darurat bertujuan untuk menekan laju penularan covid-19 di Tanah Air. Tapi bila tingkat penularannya malah meningkat tajam, tentu perlu dievalusi secara cermat dan menyeluruh agar penerapan PPKM darurat ke depan lebih efektif," ujar Rerie.

Sebelum memutuskan perpanjangan PPKM darurat, imbuh anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sebaiknya pihak-pihak terkait terlebih dahulu mengevaluasi dan menganalisis dengan didukung data-data yang akurat, mengapa penularan virus korona justru meningkat pada saat penerapan PPKM darurat.

"Sejauh ini, klaster keluarga menjadi 'penyumbang' terbesar peningkatan kasus positif covid-19 di Indonesia. Harus dicari tahu mengapa hal itu terjadi dan bagaimana upaya pencegahannya," tutur anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu.

Lebih lanjut, Rerie mengatakan efektivitas penerapan PPKM darurat sangat ditentukan oleh tingkat kesadaran mayarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan mematuhi setiap pembatasan dan larangan aktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah. "Tanpa ada kesadaran masyarakat, kebijakan pembatasan apa pun yang diterapkan tidak akan mampu menangkal laju penularan virus korona, baik varian lama maupun varian baru," tegas Rerie. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas