Tribun

HNW: Dari Masjid Umat Bisa Menyelamatkan dan Memakmurkan Bangsa dan Negara

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan masjid jadi sarana untuk memakmurkan dan menyelamatkan bangsa dan negara.

Editor: Content Writer
zoom-in HNW: Dari Masjid Umat Bisa Menyelamatkan dan Memakmurkan Bangsa dan Negara
Doc. MPR
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid ketika berbicara dalam “Konsolidasi Kepemimpinan Berbasis Masjid”, di Cisarua, Bogor, Kamis (8/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, MA mengatakan di zaman sekarang ini pun masjid tetap bisa menjadi sarana untuk berkontribusi memakmurkan dan menyelamatkan bangsa, negara, dan merealisasikan kemaslahatan bangsa dan negara yang benar (amar makruf) dengan cara yang benar (amar makruf) pula.

Karena bangunan sejarah bangsa dan negara Indonesia, sangat terbuka untuk hadirnya peran positif ulama, pesantren, dan masjid, yang bisa menjadi bagian berkelanjutan dalam memberikan kontribusi melaksanakan dan melanjutkan kemashlatan untuk umat, bangsa dan negara.

“Dari masjid umat bisa berkolaborasi dan berkontribusi memakmurkan dan menyelamatkan umat, bangsa dan negara. Para ulama, habaib, umat, umaro, dan masjid bisa menjadi bagian yang terus menerus menjaga dan meluruskan kiblat berbangsa dan bernegara. Ulama, habaib, umaro, umat dan masjid bisa menghadirkan kebersamaan dan realisasi ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariyah, untuk memakmurkan dan menyelamatkan Indonesia, sebagaimana dahulu terlibat dalam memerdekakan Indonesia, dan sekarang dalam menjaga Indonesia agar tidak berubah kiblat. Itulah posisi ulama, habaib, umaro, dan umat,” kata Hidayat Nur Wahid ketika berbicara dalam “Konsolidasi Kepemimpinan Berbasis Masjid”, di Cisarua, Bogor, Kamis (8/9/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (MUI) Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan tema “Membangun Semangat Kepemimpinan yang Unggul dalam Rangka Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar” dihadiri Ketua DMI Kecamatan Tebet Drs. Habib Abdullah Bin Husin Alathos, MM, Ketua MUI Kec. Tebet K.H. Saefudin Zein, Ketua BKS3B Kec Tebet K.H. Zaini Sholihin, Ketua GPMI Kec Tebet H. Dedy Efendi ST, MM.

Terkait dengan masjid dan kekuatan umat serta kekuatan menyelamatkan bangsa, Hidayat Nur Wahid memberi contoh peristiwa fenomenal yang terjadi di Turki.

Beberapa tahun lalu, tepatnya 2016, sekelompok anggota militer mendeklarasikan kudeta Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warga untuk turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintah Turki.

“Tiba-tiba terdengar kumandang azan dari masjid di sekitar Turki pada dini hari. Pada Subuh, masyarakat sudah berbondong-bondong menjawab seruan masjid. Warga pun turun ke jalan untuk mendukung pemerintah Erdogan sehingga kudeta terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan gagal,” tutur HNW, sapaan akrab Hidayat Nur Wahid.

Apakah hal itu hanya khas untuk Turki saja? Apakah bisa terjadi juga di Indonesia? Menurut HNW, peristiwa itu bisa terjadi karena sesungguhnya memang masjid adalah tempat yang luar biasa.

Dalam konteks Indonesia saja, sedikitnya ada 290.951 masjid. Di Jakarta saja ada sebanyak 8.212 masjid. Di Jakarta Selatan tercatat sekitar 3.570 masjid.

Jumlah pesantren di Indonesia yang melahirkan para ulama dan pemakmur masjid juga sangat besar. Jumlah pesantren di Indonesia tidak kurang dari 26 ribu pesantren.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas