Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Penyesuaian Harga BBM, Wakil Ketua MPR Ingatkan Potensi Migrasi ke Pertalite

Jelang penyesuaian harga, Eddy Soeparno usul subsidi BBM langsung ke penerima.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Jelang Penyesuaian Harga BBM, Wakil Ketua MPR Ingatkan Potensi Migrasi ke Pertalite
Istimewa
ANTISIPASI HARGA BBM - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah segera antisipasi dampak disparitas harga BBM subsidi dan non-subsidi. Penegasan ini disampaikan jelang pengumuman harga BBM pada Rabu (1/4/202). 

TRIBUNNEWS.COM - Jelang pengumuman harga BBM non-subsidi yang diperkirakan pada Rabu (1/4/2026), Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meminta pemerintah untuk mengantisipasi migrasi pengguna BBM non-subsidi ke Pertalite yang merupakan BBM Subsidi. 

Bagi Eddy Soeparno, migrasi ke BBM bersubsidi tanpa kontrol dari pemerintah justru akan membuat APBN semakin terbebani karena potensi subsidi energi yang tidak tepat sasaran. 

“Saat ini adalah momentum untuk membenahi subsidi hanya kepada yang membutuhkan dan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada mereka yang berhak. Karena itu, harus ada antisipasi yang komprehensif agar disparitas harga tidak menyebabkan migrasi ke BBM Subsidi,” ujar Eddy dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (31/3/2026). 

Waketum PAN tersebut menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Eddy telah mengingatkan bahwa kebijakan subsidi energi harus terus dibenahi agar tidak dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak. 

“Keadilan dalam distribusi energi adalah kunci. Subsidi harus benar-benar menyasar masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan dan tidak justru dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI itu juga memandang perlunya evaluasi terhadap mekanisme pemberian subsidi dari subsidi ke produk menjadi subsidi kepada penerima langsung.

Baca juga: Eddy Soeparno Dorong Pembenahan Subsidi Agar Tepat Sasaran di Tengah Krisis Energi

Sebagai pimpinan Komisi Energi di DPR RI pada periode sebelumnya, Eddy telah melakukan simulasi pemberian subsidi BBM dan LPG 3 kg langsung kepada penerima subsidi berdasarkan pendataan yang lebih akurat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika usulan ini dilanjutkan, maka kita bisa menghemat subsidi dan kompensasi energi secara signifikan karena tidak ada lagi harga subsidi BBM dan LPG 3kg di pasaran. Masyarakat penerima subsidi akan menerima langsung dana tunai untuk digunakan membeli BBM dan LPG berdasarkan harga pasar,” terang Eddy.

Eddy juga mengingatkan bahwa setiap langkah reformasi kebijakan energi harus tetap mempertimbangkan aspek ketahanan fiskal dan daya beli masyarakat. 

“Mengingat ruang fiskal kita terbatas, 'right sizing' dan 'right targetting' subsidi merupakan keharusan. Dengan demikian, kebijakan energi ke depannya memiliki keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan sosial,” ucap Eddy.

Baca juga: Panas Ekstrem Melanda Indonesia, Eddy Soeparno Serukan Aksi Iklim

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas