Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penerus NU Minimal Tiru 'Gaya' Gus Dur

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berh

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM,Jakarta - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berharap, figur pengganti KH Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umun PBNU nanti, minimal seorang tokoh NU yang pemikirannya bisa meniru KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Apalagi, organisasi warga nahdliyin ini, kini sudah diakui kiprahnya di dunia internasional.

"ISNU berharap, para kandidat calon (Ketua PBNU) mau secara terbuka memaparkan visi dan misiya dalam membangun NU ke depan. Mengungkapkan visi misinya dalam melihat permasalahan politik yang ada," ujar Dr Hamid Nawawi SpA, Wakil Ketua ISNU disela-sela Sarasehan Nasional ISNU Pra Muktamar NU ke 32 di kediaman Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).

Hamid mengungkapkan, ISNU akan memberikan fasilitas kepada para kandidat ketua PBNU, memaparkan programnya sehingga fungsi NU ke depan menjadi lebih baik lagi dari yang sudah ada sekarang. 

Ia menegaskan, sejak era Gus Dur hingga kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, NU sudah memberikan peran yang signifikan, termasuk di kancah dunia internasional. "Kalau nanti NU harus kembali ke kitoh NU 1926, why not," tegasnya.

Menurutnya, para kandidat ketum PBNU, harus berani memaparkan visi serta misi. Paling tidak untuk diketahui  apakah seorang kandidat itu memiliki visi membuat NU menjadi lebih baik atau tidak.

"Jadi, berargumentasi visi serta misinya sebagai kandidat tidaklah tabu. Minimal, bagaimana kesempatan ruang yang diberikan, visi dan misi yang disampaikan dianggap logis untuk dilaksanakan. Memiliki analisa pemikian yang logis dan tentunya,  itu tadi, yang bisa meniru gaya Gus Dur," ungkapnya.

Hingga kini, ada tujuh kandidat calon pengganti KH Hasyim Muzadi sebagai ketum PBNU. Mereka diantaranya, KH Solahuddin Wahid atau Gus Sholah, KH Masdar Mashudi, KH Said Agil Siradj, KH Ahmad Bagja, Ali Masykan Moesa, Ulil Absar Abdalla, serta Slamet Effendi Yusuf.(*) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas