Susno Heran Kapolri Keluarkan Surat Perintah Penyelidikan
Penangkapan secara paksa yang dilakukan tim Divisi Propam Mabes Polri terhadap mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji membuat Susno menganggap bahwa polisi telah menganggap dirinya
Penulis:
Juang Naibaho
"Saya tanya mana surat perintah dari Kapolri untuk membawa saya. Dan setelah ditunjukkan, ternyata surat itu bukan untuk menangkap ataupun membawa saya. Tapi surat perintah untuk menyelidiki saya. Saya tanya lagi, kenapa saya diselidiki, tapi tidak bisa dijawab," kata Susno saat diwawancara sebuah stasiun Metro TV di rumahnya, Cinere, Depok, Selasa (13/4/2010) dini hari.
Dikisahkan Susno, saat turun dari mobil ia melihat sejumlah polisi di bandara. Namun, Susno tak menyangka bahwa para polisi tersebut akan melakukan penangkapan terhadap dirinya.
"Saat itu lah ada seorang polisi yang menanyakan tujuan saya. Saya katakan mau ke Singapura, mau check-up. Ditanya berapa lama, lalu saya jawab kalau tak ada halangan satu hari, tapi kalau hasil pemeriksaan menyuruh saya menunggu, yah saya menunggu," ungkap Susno.
Saat ditanyakan tujuannya ke Singapura hendak melarikan diri, Susno pun dengan tegas menjawab, "Ngapain saya lari. Yang namanya Susno itu tak pernah lari, saya berani bertanggungjawab."
Seperti diketahui, Susno yang akan berangkat ke Singapura untuk general check-up dijemput paksa oleh tim divisi propam di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Dalam tayangan yang disiarkan Matro TV, Susno tampak terlibat perdebatan dengan sejumlah anggota Propam. Bahkan, Susno yang hendak berjalan menaiki tangga di bandara karena keberatan untuk dibawa ke Mabes Polri, langsung dihalang-halangi oleh beberapa propam.
Sebelumnya, jenderal bintang tiga ini pernah mengungkapkan ke publik bahwa ada yang mencoba mencari-cari kesalahannya. Namun, Susno tak menyebutkan secara langsung nama pejabat yang mencari-cari kesalahannya tersebut.(*)