Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saptono, Keturunan Ninggrat Pejabat PJKA

Mabes Polri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA-- Mabes Polri memastikan satu orang yang ditembak tewas Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri hari ini adalah Saptono alias Pak Tuo alias Tono. Saptono adalah adik Pura Sudarma alias Jaja yang tewas diberondong Densus di Leupung, Aceh Besar, beberapa waktu lalu.

Saptono adalah anak ketujuh dari pasangan Raden Mas Yusuf dan almarhumah Hj. Nurul Aini. "Ayahnya memang keturunan niggrat," ujar Ketua RT 002/03 Desa Sajira, Sajira Barat, Lebak Banten, Bambang Sencuki, yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Ibu Jaja, Almarhumah Hj. Nurul Aini saat ditemui Tribunnews.com di hari dipastikannya Jaja tewas diberondong Densus, (17/3/2010) lalu. Tak seperti sang kakak, Jaja, Saptono memang masih terdaftar sebagai warga Desa Sajira.

Ayah Jaja, pemuda Jawa yang sepanjang hayatnya bekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). "Dia kepala PJKA Rangkas Bitung," ujar Bambang Sencuki. Sedangkan ibunya asli warga desa Sajira, pendatang asal Solo, Jawa Tengah. Yusuf menetap di Kampung Sajira setelah menikahi Nurul Aini, warga setempat.

Keberadaan sang ayah yang seorang pejabat PJKA lah yang menyebabkan keseluruhan anak mereka lahir di tempat berbeda-beda. "Semua anaknya lahir di tempat beda-beda," katanya lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas