Satu Teroris Sempat Diteriaki Perampok
Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jl Mayjen Suyoto, Cawang, Jakarta Timur, yang melakukan penyergapan di Cawang, Jakarta Timur, kelimpungan karena beberapa di antaranya melakukan perlawanan.
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jl Mayjen Suyoto, Cawang, Jakarta Timur, yang melakukan penyergapan di Cawang, Jakarta Timur, kelimpungan karena beberapa di antaranya melakukan perlawanan.
Dan ketika hendak menyergap orang ketiga tepat di depan pool bus Antar-Lintas Sumatera, entah siapa yang memulai, ada yang memanggil orang yang diduga teroris tersebut dengan sebutan perampok.
"Polisi sama warga ngeroyok karena ada yang bilang itu perampok, yang pria itu luka memar karena habis dikeroyok, diinjek, dan dipukul di depan pool bus Antar-Lintas Sumatera," jelas Desi, seorang saksi mata kepada Triunnews.com, Rabu (12/5/2010).
Sementara, saksi lainnya, Rudi, mengatakan, tidak mengetahui datangnya dari mana. "Tiba-tiba yang berada di titik ketiga ada penangkapan, tepat di depan pool ALS, saya tidak tahu tiba-tiba dia muncul," terangnya.
Rudi menambahkan karena pria tersebut sempat melarikan diri maka dia diteriaki peranmpok yang membuat mukanya memar karena dihajar massa dan diikat menggunakan tali. Kemudian ia langsung diringkus ke dalam mobil
Kijang kapsul warna silver.
Sementara korban tewas, Maulana, dimasukkan ke dalam mobil Avansa warna biru. Ia tewas karena tembakan di dada yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror.