Pemilik Loket Kurnia Diteror Bom
Entah apa yang telah dilakukan oleh Rudi (38) pemilik loket penjualan tiket bus lintas Sumatera ini. Setelah beberapa kali wajahnya sering
Penulis:
Iwan Taunuzi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Entah apa yang telah dilakukan oleh Rudi (38) pemilik loket penjualan tiket bus lintas Sumatera ini. Setelah beberapa kali wajahnya sering muncul di televisi untuk memberikan kesaksian terkait penyergapan oleh Densus 88 Anti Teror terhadap sekelompok orang yang diduga merupakan jaringan teroris di Jl Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, ia mendapat ancaman teror bom melalui pesan singkat.
Demikian dikatakan oleh karyawan di penjualan tiket bus Kurnia, Bayu kepada tribunnews.com. "Katanya sih mau dibom, cuma saya nggak tahu siap yang mengirim SMS itu," kata Bayu, Kamis (13/5/2010).
Ia menyayangkan kenapa aksi teror harus terjadi, pasalnya ini akan memperkeruh suasana. Maka , meski ia mengetahui apa yang dialami oleh majikannya tersebut, ia tidak mau ikut campur.
"Kalau itu dari pelaku atau korban nggak mungkin kan pake SMS, pasti datang ke sini. Tapi saya nggak mau ngurusin itu. Saya cuma mau kerja saja, nyari duit," imbuhnya.
Sementara sampai saat ini Rudi masih belum diketahui keberadaannya. Sejak teror melalui pesan singkat, Rudi langsung meninggalkan tempat penjualan tiket Bus Kurnia.