Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perempuan Teroris Pernah Marahi Densus karena Tak Dibunuh

Jalannya operasi penindakan terhadap pelaku kelompok teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror ternyata tak selalu berjalan mulus. Ada saja aral melintang atau bahkan cerita unik yang mewarnai perjalanannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Jalannya operasi penindakan terhadap pelaku kelompok teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror ternyata tak selalu berjalan mulus. Ada saja aral melintang atau bahkan cerita unik yang mewarnai perjalanannya.

"Pernah ada satu orang tersangka teroris perempuan yang ditangkap tapi dia justru marah-marah karena dibiarkan hidup," ujar Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, di Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Menurutnya, dari pengalaman yang sudah-sudah, anggota kelompok teroris akan lebih memilih ditembak mati dari pada dirinya dibiarkan hidup. "Mereka punya prinsip mati daripada tertangkap," katanya.

Itulah, menurut Kapolri, segelintir alasan mengapa anggota teroris yang dibekuk Densus 88 Anti Teror harus banyak yang mati. Selain itu, alasan tak mau mengambil resiko dan menerima kenyataan kehilangan kembali anggota seperti kehilangan 3 anggota di Aceh, menjadi penyebab lain pelaku teroris bergelimpangan nyawa.

Dalam penggerebekan beberapa bulan terakhir sendiri, Densus 88 berhasil menangkap 58 tersangka teroris. 13 Di antaranya terpaksa ditembak hingga tewas. "Apa pun di lapangan, anak-anak tidak mau ambil resiko, di Aceh kita kehilangan 3 anggota terbaik," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas