Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Henry Yosodiningrat Tuding Polri Arogan

Koordinator kuasa hukum Komjen Po

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator kuasa hukum Komjen Pol Susno Duadji menilai Polri menunjukkan sikap yang arogan. Pasalnya, Polri melalui kuasa hukumnya telah menolak untuk menghadirkan Pemohon Inpersoon (Susno Duadji) ke persidangan. Bahwa penolakan tersebut hanya menggunakan alasan ketentuan pasal 79 KUHAP.

"Padahal ketentuan tersebut tertulis dan dikutip sebagai berikut: Permintaan pemeriksaan tentang sah atau tidaknya suatu penangkapan atau penahanan diajukan oleh Tersangka, keluarga atau kuasanya kepada Ketua Pengadilan Negeri dengan menyebutkan alasannya," jelas Henry saat membacakan Replik dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).

Maka, menurut Henry, jelas sekali bahwa ketentuan pasal 79 KUHAP mengatur siapa yang berhak mengajukan permintaan Praperadilan, bukan mengenai memeriksa dan memutus tentang sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan dalanm ketentuan pasal 82 ayat (1) huruf b KUHAP yang mengatur tentang hadirnya Pemohon Inpersoon dipersidangan dalam perkara Praperadilan.

Jadi, masih menurut Henry, ketentuan hukum diatas mempunyai makna bahwa yang didengar keterangannya di muka persidangan adalah Tersangka atau Pemohon dan bukan kuasa Pemohon.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas