Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Korban Lumpur Lapindo Jadi PSK

Di tengah karut marut penanganan Lumpur Lapindo yang belum tuntas hingga hari ini membuat banyak masyarakat sekitar yang menjadi korban kehilangan pekerjaan dan mata pencarian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribunnews.com: Ferdinand

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Di tengah karut marut penanganan Lumpur Lapindo yang belum tuntas hingga hari ini, membuat masyarakat sekitar yang menjadi korban kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian.  
Kondisi tersebut memaksa masyarakat mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan ekonomi sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Dewi dari Solidaritas Perempuan saat acara peringatan Empat Tahun Lumpur Lapindo di Markas Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jl Tegal Parang, Jakarta Selatan, Jumat (28/05/2010).

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat empat perempuan korban Lumpur Lapindo menjadi pekerja seks komersial (PSK) di sekitar Sidoarjo seperti di kawasan Dolly Surabaya dan Pasuruan.

Hal ini dikarenakan tuntutan ekonomi keluarga untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari.

"Peran gender yang menempatkan perempuan sebagai penjaga keluarga membuat beban ganda, perempuan sebagai penjaga keluarga dan pencari nafkah utama," ujar Dewi.

Menurut Dewi, selain menjadi PSK, perempuan juga rentan dilecehkan akibat pekerjaan mereka yang sebagian menjadi tukang ojek.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Solidaritas Perempuan mendapat jawaban bahwa kementerian tersebut tidak mempunyai program khusus. "Mereka menangani korban Lapindo dengan bantuan sekedarnya," pungkas Dewi.

Menurut informasi yang disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ditemukan empat perempuan korban Lapindo bekerja sebagai PSK di Lokalisasi Dolly, Surabaya, Tretes dan Pasuruan dengan usia berkisar 16-35 tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

Alasan mereka menjadi PSK tidak lain karena tuntutan ekonomi keluarga. Banyak perempuan juga yang akhirnya menjadi korban trafficking dan penipuan. Laporan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo mengatakan terdapat 4 perempuan yang ditipu dan dijadikan PSK di Tretes.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas