Mer-C Indonesia Kutuk Aksi Militer Israel
Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue C
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Comitte (Mer-C) Indonesia, mengutuk keras aksi militer Israel yang menyerang kapal laut Navi Marmara yang ditumpangi oleh 12 relawan kemanusiaan asal Indonesia. ketika tengah menuju Gaza, untuk melakukan aksi kemanusiaan di Palestina, hari ini, (31/5/2010).
"Mereka (militer Israel) patut dikutuk, memakai cara barbarian terhada rombongan misi kemanusian, dan mereka tidak ada tendensi tertentu, dan tidak membawa senjata," seru Presidium Mer-C Indonesia, Dr Sarbini Abdul Murad, yang ditemui di kantornya, JL Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin sore.
Ia pun meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan pernyataan serupa. "Kami meminta Pemerintah juga mengutuk aksi militer Israel tersebut," ujarnya.
Abdul juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk terus berupaya mencari keberadaan ke 12 WNI termasuk keempat anggota Mer-C Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 orang Warga Negara Indonesia, bersama 800 relawan kemanusian yang menumpang kapal laut Navi Marmara tidak diketahui keberadaan mereka, setelah militer Israel menyerang kapal mereka yang tengah menuju ke Gaza untuk melakukan misi kemanusiaan, pada hari ini sekitar pukul 09.00 Wib.
Ada empat orang anggota Mer-C Indonesia yang berada dalam rombongan 12 WNI di dalam kapal Navi Marmara ini. Mereka adalah, Nur Fitri Taher (Project Officer), dr Arief Rahman (dokter), Abdillah Onim (penerjemah), Nur Ikhwan Abadi (Insinyur). Keberadaan mereka hingga saat ini belum diketahui.
Baca tanpa iklan