Ketua Mer-C Kesal Kemenlu Main Serobot
Tiga relawan Indonesia yang menjadi korban agresi Israel di kapal Mavi Marmara sudah tiba dengan selamat di Indonesia. Namun demikian, ketidakpuasan menghinggapi Ketua Presidium Mer-C, Jose Rizal.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga relawan Indonesia yang menjadi korban agresi Israel di kapal Mavi Marmara sudah tiba dengan selamat di Indonesia. Namun demikian, ketidakpuasan menghinggapi Ketua Presidium Mer-C, Jose Rizal.
Dia sempat merasa kesal terhadap pihak Kementerian Luar Negeri ketika penjemputan dua relawan Mer-C di Bandara Soekarno Hatta, lantaran terkesan tidak dihargai.
"Itu relawan saya tapi tidak bisa ketemu, ini mengambil secara paksa tidak benar ini," ujar Jose usai serah terima relawan di kantor Kemenlu, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Jose mengungkapkan, rencana penyambutan terhadap relawannya gagal karena pihak Kemenlu langsung membawa para relawan ke kantornya.
"Kayak begini ada 200 orang yang jemput tapi tidak bisa ketemu. Kita nggak dikasih tahu, pihak keluarga juga,"jelasnya.
Namun demikian, Jose tetap mengucapkan ras terima kasih terhadap pihak Kemenlu yang telah memfasilitasi kepulangan relawan Mer-C.
"Kita terima kasih kepada negara, tapi keluarga nggak dihargai. Kemenlu ini arogan kita ingin ketemu, kita nggak dihormati sebagai lembaga," tandasnya.