Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dokter Israel Biarkan Peluru Bersarang di Tubuh Surya

Perlakukan dokter di Israel dan Yordania dirasa amat mencurigakan. Pasalnya, sangat tidak mungkin jika mereka tidak mengetahui adanya peluru yang bersarang di tubuh Surya yang mestinya dikelaurkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Kisdiantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Surya Fachrizal, wartawan Hidayatullah Media yang ditembak tentara Israel sempat mendapatkan perawatan di ke RS Rambam, Haifa (wilayah Palestina yang dikuasai Israel). Lalu, dia menjalani operasi dan perawatan selama 7 hari. Hanya saja, peluru yang bersarang di pinggul Surya tak di keluarkan. Padahal tubuh Surya telah dibedah sepanjang 20 senti meter. Rumah Sakit di Yordania pun tidak mengecek kesehatan Surya secara keseluruhan.

Perlakukan dokter di Israel dan Yordania dirasa amat mencurigakan. Pasalnya, sangat tidak mungkin jika mereka tidak mengetahui adanya peluru yang bersarang di tubuh Surya yang mestinya dikelaurkan.

"Saya tidak tahu persis mengapa pihak rumah sakit Jordan tidak merontgen bagian pinggang Surya," ujar Dr Agus Hadian Rahim MD dari RSUP Hasan Sadikin Bandung yang mendampingi Surya ketika berada di Amman, Yordania.

Dr Agus baru mengetahui adanya peluru itu setelah melihat hasil rontgen di RSPAD berdasarkan saran yang ia berikan. Peristiwa ditemukannya peluru di tubuh Surya menimbulkan tanda tanya besar terhadap operasi yang dilakukan oleh rumah sakit Israel. Apa yang mereka lakukan? Pertanyaan serupa juga dilayangkan oleh Duta Besar RI untuk Jordania, Zainulbahar Noor. Lewat pesan singkat (SMS) yang dikirim ke Hidayatullah Media, Zainul mengatakan, "Sebuah pertanyaan besar (di benak kita), mustahil dokter Rumah Sakit Israel tidak mengetahui masih adanya peluru di pinggul Surya. Apa maksud mereka? Apakah mereka ingin membunuh (Surya) secara pelan-pelan, " katanya.

Israel lagi-lagi bikin ulah. Patut untuk curiga kepada mereka mengingat beberapa relawan Mavi Marmara dinyatakan positif terkena arsenik, bahan yang sangat berbahaya bagi tubuh. Semoga perbuatan keji yang mereka lakukan akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas