Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cemara Pandak Tertua Berusia 80 Tahun

Kebun Raya Bali miliki koleksi cemara pandak (Dacrycarpus imbricatus) yang diperkirakan berumur 80 tahun.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Domu D ambarita

TRIBUNNEWS.COM,  BALI- Pohon tertua koleksi Kebun Raya Bali adalah cemara pandak (Dacrycarpus imbricatus). Pohon ini diperkirakan berumur 80 tahun,  tumbuh sejak awal, sebelum kebun berdiri kebun 15 Juli1959. Cemara pandak merupakan tanaman khas Tabanan, Bali, yang saat ini sudah langka.

Pengawas Anggrek dan Kaktus Kebun Raya Bali Made Rahardja Pendit, kepada wartawan yang mengakhiri kegiatan lokakarya selama tiga hari dengan kegiatan kunjungan ke hutan Kebun Raya Bali mengatakan, ketinggian pohon ini sekitar 35 meter dengan diameter kurang lebih 2 meter. Pohon ini sering menarik perhatian wisatawan, dan dijadikan tempat berfoto.

Pohon jenis ini termasuk langka karena ditebangi warga Bali. "Diameternya lebar, kayunya lurus, putih dan kuat sehingga banyak digunakan untuk bahan bangunan dan furnitur. Di habitat aslinya, pada hutan- hutan yang ada di Bali sudah jarang ditemukan jenis ini," kata Kepala Jasa dan Informasi Kebun raya Bali, Putu Suendara yang mendampingi Made. Selain karena ulah manusia, kebakaran hebat di Bukit Tapak tahun 1986, juga menghanguskan spesies cemara pandak.

Tanaman ini pula yang menjadi cikal-bakal berdirinya Kebun Raya seluas 154,5 hektare. Kala itu, tahun 1958, kata Putu, pemerintah sedang mencari lahan untuk reboisasi berikut tanaman yang cocok ditanam di habitat tersebut. Kemudian ahli-ahli meneliti tanaman berdaun jarum, kecil dan runcing seperti jarum tangan adalah tumbuhan yang cocok dibudidayakan di sekitar Bukit Tapak, Bedugul, 70 kilometer dari Bandara Ngurah Rai, Ddenpasar. "Semula ada 3 pohon cemara pandak yang tumbuh alami di sini, sehingga dianggap cocok menanam pohon sejenis. Saat ini sudah mati sati, tinggal dua pohon," katanya.

Para peneliti LIPI terus berupaya mencari formula terbaik untuk membudidayakan cemara pandak. Sehingga saat ini sudah dapat dibiakkan sekitar 18 ribu pohon. Tanaman itu disumbangkan ke hutan- hutan di bawah pengelolaan pemerintah daerah Se-Bali.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas