Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerakan Rp 5.000 untuk Agus Dwikarna

Gerakan ini untuk membantu proses pembebasan mantan Panglima Laskar Jundullah Agus Dwikarna dari tahanan Pemerintah Filipina di Manila.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bie
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR
- Sejumlah aktivis mencanangkan Gerakan Lima Ribu Rupiah untuk Agus Dwikarna di D'Green Cafe, Jl Sungai Saddang Baru, Makassar. Gerakan ini untuk membantu proses pembebasan mantan Panglima Laskar Jundullah Agus Dwikarna dari tahanan Pemerintah Filipina di Manila.

Agus ditahan sejak 2002 lalu dan divonis penjara 10 tahuan dengan dakwaan tindak kejahatan terorisme. Dalam pertemuan itu, sahabat Agus, Iskandar Pasajo, mengaku sudah berkomunikasi dengan Agus membicarakan rencana pembebasannya.

Dalam pembicaraannya dengan Agus, Iskandar mengaku bahwa dibutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk memperlancar proses pembebasan Agus dan pemulangannya ke Indonesia. "Ini sebenarnya sangat berat sekali. Pak Agus tidak mau lagi memberatkan teman-temannya. Tapi, kami merasa terpanggil untuk ikut berjuang sesuai kemampuan. Bagaimanapun Agus adalah simbol aktivis Islam di Sulsel," kata Iskandar.

Lahirnya gerakan ini dilontarkan sejumlah mantan aktivis mahasiswa. Antara lain, mantan aktivis mahasiswa yang kini menjabat Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara MT.

Zakir berasumsi bahwa dengan mengetuk keikhlasan masyarakat untuk menyumbang maka dana yang dibutuhkan untuk membebaskan Agus itu tidak berat diadakan. "Gerakan ini sama sekali tidak bermaksud untuk memaksa siapapun. Justru kami berharap bahwa lewat gerakan ini, pembebasan Agus menjadi tanggung jawab banyak orang dan melibatkan banyak orang," kata Zakir.

Perjuangan tersebut juga didukung Koordinator Tim Pejuang Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Bachrianto Bachtiar. Dosen Fakultas Periakanan Unhas ini berharap gerakan ini sekaligus upaya untuk sosialisasi persoalan sebenarnya yang dialami Agus sampai dijebloskan dalam tahanan Pemerintah Filipina.

"Beberapa teman-teman sepakat untuk membuat Gerakan Lima Ribu Rupiah untuk Pembebasan Agus Dwikarna. Saya menilai gerakan ini tidak masalah. Toh, bukan untuk memaksa siapapun. Kami hanya akan menyebar ajakan untuk ikut berpartisipasi menyumbang, minimal Rp 5.000," katanya.

Menurut Iskandar, gerakan ini akan dimulai dengan deklarasi bersama. Selanjutnya penggagas akan menghubungi pengurus-pengurus masjid untuk menggalang kerja sama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita akan bekerja sama dengan pengurus-pengurus masjid untuk menyimpan kotak amal Gerakan Lima Ribu untuk Agus di masjid-masjid selama Ramadan. Kita harapkan setelah Ramadan dana yang dibutuhkan untuk membebaskan Agus sudah terkumpul," jelas Iskandar.

Koordinator Komite Perjuangan Pembebasan Agus Dwikarna (KPAD), Juliadi, berharap gerakan ini menjadi klimaks dari upaya sahabat-sahabat Agus untuk membebaskan pendiri Komite Masyarakat Penanggulangan Krisis (Kompak) tersebut.

"Perjuangan membebaskan Agus Dwikarna sudah kita lakukan beberapa tahun. Ini perjuangan ideologis. Kalau memang sudah ada harapan bahwa dengan membayar Rp 1 M Agus bisa dipulangkan ke Indonesia, kami siap melakukannya. Teman-teman sudah mendesain Gerakan Lima Ribu untuk Kebebasan Agus Dwikarna dan akan kita sebarkan dalam Ramadan nanti," jelas Juliadi.

KPAD didirikan 2007 lalu. Sejak didirikannya, KPAD intens memantau perkembangan Agus di Filipina. Namun, Juliadi mengakui belakangan sahabat-sahabat Agus mulai dihinggapi prustasi menyusul tak menentunya nasib dan status Agus di Filipina. (*)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas