Mafia Tambang di Balik Meninggalnya Syaifullah?
Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan M Syaifullah
Tayang:
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan M Syaifullah di rumahnya berhubungan dengan pekerjaannya selaku wartawan yang concern mengungkap dan mengawal segala penyimpangan atau ketidakberesan yang terjadi di Kalimantan. Pasalnya, proses otopsi terhadap jenazah hingga kini masih terus berlangsung.
"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga. Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Marwoto pun mengaku penyidik kepolisian belum menemukan keterkaitan antara kematian Syaifullah dengan sosok mafia tambang di Kalimantan.
"Kita tunggu hasil otopsi. Kita jangan dulu menduga-duga. Meninggal itu bisa apa saja kemungkinannya. Kita tunggu saja," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/7/2010).
Marwoto pun mengaku penyidik kepolisian belum menemukan keterkaitan antara kematian Syaifullah dengan sosok mafia tambang di Kalimantan.
"Belum ada petunjuk yang mengarah kesana. Kalau ada ya bisa saja (diusut)," timpalnya.
Marwoto menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Syaifullah meninggal karena kekerasan atau bahkan diracun seperti yang diberitakan belakangan.
Sebelumnya diberitakan, Syaifullah ditemukan tergeletak di ruang tamu rumah dinasnya, Kompleks Perumahan Balikpapan Baru, Blok S2 No 07, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 09.00 Wita.
Diduga Syaifullah yang berusia 43 tahun itu meninggal tak wajar. Pasalnya saat meninggal, mulutnya ditemukan berbusa dan wajahnya lebam-lebam.
Berita Populer