Apriyanto: Saya Langsung Pingsan
Aprianto (25) mahasiswa IAIN Jambi, yang merupakan korban penabrak mobil yang dikendarai oleh oknum polisi
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Saya langsung pingsan, dan tidak melihat wajah oknum polisi tersebut," ujar Apriyanto yang ditemui wartawan selepas memasukan laporan terkait insiden yang dialaminya ke pihak Komnas HAM, Kamis (29/7/2010) siang.
Parahnya lagi, akunya, setelah dirinya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UDG) RS Jakarta, didiagnosa lehernya menderita luka yang cukup parah, termasuk bergesernya tempurung kakinya, akibat hantaman langsung kap mobil oknum polisi tersebut, dimana sempat terpental sejauh tiga hingga empat meter.
"Setelah dari RS Jakarta, saya dipindahkan ke RS Cawang, dimana saya menginap selama tiga hari," akunya.
Terkait dengan kronologis penabrakan dirinya pada dua tahun yang silam,
ia menjelaskan, waktu itu kejadinya sore hari ketika dirinya bersama
1500 mahasiswa Temu Aktivis Lintas Generasi, menggelar aksi demonstrasi
di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak pagi hari guna memprotes
kebijakan Pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak.
Dalam rangkaian aksi demonstrasi itu, Arpriyanto mengaku pihaknya sempat
tercerai berai ketika polisi yang berjaga di sekitar Gedung DPR RI,
mengejar mereka.
"Saat itu kejadiannya, saya mau menyebrang jalan, situasi cenderung
sepi, dan tiba-tiba mobil oknum polisi itu menabrak saya," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat itu dirinya tidak sedang melakukan tindakan
anarkis seperti yang dituduhkan oleh pihak polisi, yaitu mencoba
melempar bom molotov, ataupun mengepung mobil oknum polisi tersebut.
Terkait dengan heboh terkuaknya video rekaman insiden penabrakan dirinya
melalui website www.youtube.com, ia menepis bahwa pihaknya sebagai
pengunduh video tersebut, dimana pihaknya baru mengetahui keberadaan
video itu setelah rekamannya menghebohkan masyarakat Indonesia
belakangan ini.
Baca tanpa iklan