Insiden Pesawat Merpati Bukan Kelalaian Pilot
Maskapai Merpati Airline memastikan, insiden pesawatnya yang tergelincir di Bandara Rendani Manokwari Papua Barat, bukan karena kelalaian pilot.
Editor:
Iwan Apriansyah
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Maskapai Merpati Airline memastikan, insiden pesawatnya yang meluncur terlalu jauh ke ujung landasan Bandara Rendani Manokwari Papua Barat, bukan karena kelalaian pilot.
Insiden ini telah dapat diatasi petugas setempat dan pesawat segera diberangkatkan ke Jayapura. Juru bicara Merpati, Sukandi, Selasa (10/8/2010) pagi, menjelaskan, pesawat memilih tidak memutar karena khawatir malah bakalan terperosok.
"Hal tersebut dikarenakan upaya kami agar pesawat tidak terperosok, karena di sisi kiri dan kanan runway sedang ada galian. Khawatir tanah ambles," tulis Sukandi.
Dengan kondisi sekitar landasan seperti ini, pesawat tidak jadi memutar penuh. Ia menegaskan saat ini badan pesawat telah ditarik ke posisi normal, lokasi parkir pesawat apron.
Seperti diberitakan, pesawat Merpati PK-MDC asal Jakarta-Makassar itu mendarat dengan mulus di Bandara Rendani. Namun, pesawat tidak berhenti pada tempat semestinya untuk memutar.
Pesawat menuju ujung landasan dan tidak dapat memutar
badan. Para penumpang terpaksa diturunkan di ujung landasan dan badan
pesawat didorong dengan tenaga manusia beramai-ramai oleh petugas dan
masyarakat yang menyaksikan peristiwa ini. (Ichwan Susanto)
Baca tanpa iklan