Giliran Calon Komisioner KY Tes Kejiwaan
Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) menyelenggarakan proses profile asessmenet terhadap 40 peserta.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) menyelenggarakan proses profile asessmenet terhadap 40 peserta yang lolos seleksi administrasi dan seleksi penulisan makalah pada 24 dan 25 Agsutus 2010 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Sama dengan seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), proses profile asessment dibantu oleh lembaga independen. "Hari ini (24/8), dilakukan profile asessment. Semua 40 peserta hadir," ujar Sekretaris Pansel Calon Komisioner KY, Tadjum, Selasa (24/8/2010).
Tadjum menjelaskan, proses profile asessment dibagi menjadi dua tahapan, yakni psikotest dan diskusi kelompok tentang pemecahan masalah yang berkaitan dengan masalah hakim.
Psikotest dilakukan ke-40 peserta dari pagi hingga pukul 12 siang. Proses profile asessment dilanjutkan dengan melakukan diskusi dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Tadjum menguraikan, profile asessment adalah salah satu cara untuk menjaring komisioner KY yang sesempurna mungkin. Sehingga sejumlah hal harus dimiliki calon komisioner KY tersebut.
"Ini kan KY. Dia punya tugas memilih calon hakim, memilih hakim agung, menegakkan kode etik hakim, integritas hakim. Kita mau yang mampu seperti itu. Pokoknya yang kredibel, profesional, berwawasan luas, mampu bekerja terus-menerus tanpa pamrih, juga bisa kerja tim," urainya.
Rencananya, hasil profile asessment akan diumumkan pada 31 Agustus 2010.
Dijadwalkan, calon yang lolos proses profile assesment berhak mengikuti wawancara pada tanggal 6, 7, dan 8 September mendatang. "Nanti baru kita dapatkan 14 nama, yang kemudian disampaikan ke Presiden," ujarnya.
Anggota KY yang kembali mendaftarkan diri atau calon incumbent, Soekotjo Soeprapto tampak enggan berkomentar banyak soal tes yang dijalani dalam profile asessmenet kali ini.
Selain Soekotjo, Chatamarrasjid Ais menjadi calon incumbent dalam seleksi kali ini. "Tadi ada diskusi kelompok. Diskusinya mengenai paper yang dibuat, ada juga studi kasus, serta bagaiman nanti proses pemilihan hakim agung," jawab Soekotjo.(*)
Tribunnews.com
Local Breaking News