Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mereka Malahan yang Coba Menyuap Kami

Barter antartujuh nelayan tersangka ilegal fishing dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berbuntut panjang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan eksklusif wartawan Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Barter antara tujuh nelayan tersangka ilegal fishing asal Negara Malaysia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berbuntut panjang. Bukan cuma Indonesia saja yang panas, malaysia pun ikut-ikutan dongkol dan mengeluarkan pernyataan dan tudingan keras

Bahkan beberapa aksi yang di lakukan di tanah air pun di balas kembali oleh tujuh nelayan asal Malaysia bersama masyarakat lainnya dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Konsul Jenderal Indonesia di Johor Baru, Malaysia.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, satu dari tujuh nelayan asal Malaysia menuturkan bahwa mereka diperas dan diminta untuk menyerahkan sejumlah uang kepada petugas KKP yang saat itu tengah melakukan penangkapan terhadap mereka di sekitar perairan Tanjungberakit beberapa waktu lalu. Dan, katanya ke tujuh nelayan tersebut telah menyerahkan uang melalui transfer sebagai bentuk jaminan pembebasan dan meloloskan terhadap mereka yang diamankan.

Menanggapi hal tersebut Bambang Nugraha KA selaku Kepala Station Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Pontianak membantah dengan keras adanya perihal tersebut yang di sebutkan oleh para nelayan yang telah di ”tukar gulingkan” dengan petugas KKP tersebut.

”Itu tidak benar..!!, tidak ada yang seperti itu,” jelas Bambang yang dihubungi melalui selulernya Rabu (25/8/2010).

Bambang juga mengatakan bahwa sejak dari awal dirinya sempat bertanya kepada anggotanya yang mengamankan ke tujuh nelayan tersangka ilegal Fishing asal Malaysia tersebut.

Dan dari keterangan yang saya dapati di ketahui bahwa justru dari para ke tujuh nelayan asal Malaysia tersebutlah mencoba melakukan ”penyuapan” atau ”penyogokan” terhadap petugas KKP ketika akan dilakukan penangkapan disekitar perairan Tanjungberakit, utara pulau Bintan beberapa waktu lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

”Dari keteranagan anggota saya bahwa, mereka malah yang meminta untuk berdamai di laut saja dan jangan di bawa ke Batam untuk dilakukan proses hukum,” terang Bambang. Untuk meluluskan maksud dari para ke tujuh nelayan pelaku ilegal fishing tersebut, mereka menawarkan uang dalam mata uang ringgit kepada para petugas.

”Jumlahnya saya lupa , namun jumlahnya antara 3000 ringgit apa 30 ribu ringgit gitu,kalo ngak salah,” jelas Bambang.

Namun percobaan penyuapan atau penyogokan dari ke 7 nelayan tersebut akhirnya di tolak oleh para petugas KKP yang akhirnya mencoba menbawanya ke Batam untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas