Kapolri Perintahkan Wakapolri ke TKP
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengutus wakilnya, Komjen Pol Jusuf Manggabarani ke lokasi kejadian.
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri bertindak cepat menyikapi insiden penyerangan warga ke Polsek Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa malam. Jenderal bintang empat itu segera mengutus wakilnya, Komjen Pol Jusuf Manggabarani ke lokasi kejadian.
"Kapolri perintahkan Wakapolri dan tim yaitu propam dan intelijen untuk ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan investigasi internal dan eksternal," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Banyaknya korban yang tewas dari kelompok warga dan polisi yang luka-luka akibat insiden itu menjadi penyebab utama Kapolri bereaksi cepat mengirim Wakapolri. "Ini tragedi," tutur Iskandar.
Di lokasi, nantinya, Wakapolri dan tim akan mengusut tuntas penyebab sebenarnya insiden dapat terjadi, termasuk mencari tahu penyebab sebenarnya Kashmir, tersangka tabrak lari yang ditahan sejak 30 Agustus silam, tewas di tahanan Polsek Biau. Pasalnya, kecurigaan masyarakat jika Kashmir tidak tewas akibat gantung diri, melainkan karena dianiaya polisi, sejauh ini diduga menjadi penyebab utama aksi kemaran warga.
"Kalau ada kesalahan teknis di lapangan, akan diambil tindakan tegas," ungkap Iskandar menegaskan. Wakapolri dan tim juga akan menggali informasi mengenai prosedur pengamanan yang dilakukan aprat kepolisian Polsek Biau hingga mereka akhirnya terpaksa menembakkan peluru ke arah kelompok masyarakat.
"Bagaimana prosedur senjata api itu digunakan. Setiap butir peluru harus dipertanggungjawabkan," ucapnya. Ada informasi semua yang tewas tertembak? Apa memang mereka tertembak? "Ini kita dalami, ini tidak dapat ditutupi. Kan ada tim," katanya.
Tim juga akan mendalami kebenaran informasi yang menyebut korban tabrak lari Kashmir adalah seorang anggota polisi. "Apa benar, kita sedang dalami," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, lima orang warga sipil tewas dalam insiden penyerangan Polsek Biau. Mereka adalah Ridwa, Amran, Ling, dan Arfan Salatea.(*)