Saya Paling Parah Diperiksa Waah... Polri Cetak Sejarah
Kompol Mohd Arafat Enani tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa Polri telah mencetak sejarah
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Iswidodo
Arafat mengatakan pemeriksaan dirinya bukan tanpa dasar. Karena empat jam itu telah merusak rasa kebatinannya. "Dalam sejarah Polri, belum pernah ada sidang kode etik disiarkan langsung empat jam oleh media. Belum pernah ada, kecuali saya," ujar Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010).
Menurut Arafat, pemeriksaan selama itu yang disiarkan media nasional juga telah membuat kondisi batinnya parah. Sehingga, dari sekian orang yang terlibat dalam kasus sindikasi mafia pajak, Arafat mengaku sebagai orang yang paling parah pemeriksaannya.
Selain itu, Arafat melanjutkan, bukan saja kode etik. Secara kumulatif, pemeriksaan dirinya oleh Div Propam dan Provost semakin mengakumulasi batinnya terganggu. "Suasana itulah, kumulatif semua, dari saya diperiksa oleh Propam, Provost, suasananya itu seperti itu. Saya diperiksa dari pagi ketemu pagi," paparnya.
Berbeda dengan mereka yang memeriksa, bisa seenaknya gantian kalau sudah ngantuk. Sementara orang yang diperiksa seperti dirinya, Sumartini dan Roberto Santonius, harus menahan lelah dan kantuk. "Kalau (penyidik) ngantuk diganti sama temannya, bisa sampai pagi. Tapi kita kan teler di situ," keluhnya. (*)