Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jumlah Korban Meninggal Lakalantas Simpang Siur

Hingga memasuki H-2 Idul Fitri 1431 Hijriah, pemudik yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas masih menimbulkan kesimpangsiuran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga memasuki H-2 Idul Fitri 1431 Hijriah, pemudik yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas masih simpangsiur. Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, hingga H-2 jumlah korban meninggal mencapai 301 jiwa.

"Sampai sekarang jumlah meninggal 301 orang. Yang luka juga ada. Memang itu rata-rata akibat sopir lengah, ngantuk," kata Freddy Numberi di lapangan Bhayangkara, Rabu (8/9/2010).

Korban terbanyak berasal dari pulau Jawa yang mudik mengendarai sepeda motor. "Kita imbau pada para pemudik, kan sudah saya bilang sepeda motornya dinaikkan truk atau bus atau kereta yang kita siapkan. Orangnya kita angkut dengan bus sampai tempat tujuan kan kita serahkan dengan dia," tuturnya.

"Kita harap jangan ada kecelakaan lagi tapi kalau dibanding tahun lalu paling banyak tahun lalu. Ini manajemen yang harus kita tingkatkan, kan pada semua titik kita pasang CCTV. Ada 60 lebih CCTV yang kita pasang di setiap titik yang kita anggap paling rawan. Persiapan sudah memadai tapi dengan peningkatan ini kita antisipasi," ujarnya lagi.

Terpisah, Mabes Polri melalui Kabidenumnya, Kombes Pol Marwoto Soeto mengatakan, jika hingga H-3 kemarin, jumlah angka korban meninggal akibat kecelakaan di seluruh Indonesia yang di antaranya dihimpun dari enam Polda prioritas I mencapai 128 orang.

"Kecelakaan lalu lintas mencapai 643. Korban luka berat 165, luka ringan 325," lengkapnya.

Korban meninggal mayoritas pemudik yang menggunakan mobil pribadi. Lokasi-lokasi yang menyumbang banyak korban adalah Jawa Barat, Jawa Timur, jalur utama alternatif dan Pantura. "Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 1,9 miliar," lengkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara angka kejahatan yang terjadi hingga kemarin mencapai 1.223 kasus. "870 di antaranya kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan," ujarnya menutup pembicaraan.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas