Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri Bela Komjen Nanan Sukarna

Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membela calon Kapolri, Komjen Pol Nanan Sukarna.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membela calon Kapolri, Komjen Pol Nanan Sukarna. Nanan dibela dari derasnya tudingan beberapa pihak yang menyebutnya bertanggung jawab dalam aksi kerusuhan Buol.

Nanan, yang merupakan Inspektur pengawasan Umum (Irwasum) Polri dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan dari Inspektorat pengawasan umum (Itwasum) Polri dalam mengantisipasi kerusuhan Buol.

"Tidak, tidak, tidak (karena lemahnya pengawasan Itwasum Polri). Jadi jangan selalu dikaitkan kelemahan (dengan Itwasum). Kalau pengawasan itu sudah sistem berjenjang. Dari Irwasum (ke) Irwasda yang namanya waskat (pengawasan melekat) ada dari komandan masing-masing. Jadi kelalaian itu kalau memang di tingkat bawah, pakailah peran komandan-komandan di bawah. Kanit-kanit (kepala unit)nya," kata Kapolri, di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Menurutnya, dalam kasus Buol, dimana ada seorang tahanan bernama Kasmir meninggal di ruang tahanan Polsek Biau, pastilah ada sebuah kelalaian anggota kepolisian terkait didalamnya. Kelalaian tentulah juga terletak di pengawasan kepolisian setempat.

"Bagaimana bentuk pengawasannya? SOP nya sudah ada. Nah ini yang nanti kita dapatkan, pasti ada kelalaian. Saya yakin itu ada kelalaian," tuturnya.

Terkait penanganan kerusuhan Buol sendiri, Kapolri berharap masyarakat dapat bersabar menunggu informasi resmi dari polri selengkap-lengkapnya. Masyarakat diminta jangan mencari informasi sendiri yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Nanti ada laporan lengkap dipimpin oleh Wakapolri menyiapkan laporan lengkap tentang peristiwa ada kelalaian ada masyarakat yang meninggal terus ada pembakaran, penembakan itu semua dijelaskan secara utuh. Sehingga tidak ada improvisasi yang berbeda-beda," pintanya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa pihak seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menganggap peristiwa kerusuhan Buol disebabkan oleh lemahnya pengawasan bagian pengawasan di tubuh kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas