Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Korupsi Kabupaten Langkat

Fitria Sukaesih Kenal Gubernur Sumut Sejak Zaman Nabi Adam

Seusai diperiksa selama 3 jam, Fitria mengakui mengenal Syamsul Arifin sejak lama lantaran sering mengisi acara dangdutan Syamsul.

Fitria Sukaesih Kenal Gubernur Sumut Sejak Zaman Nabi Adam
Samuel/Tribunnews.com
Fitria Elvi Sukaesih
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putri Ratu Dangdut Elvi Sukaesih, Fitria Elvi Sukaesih menjalani pemeriksaan penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin terkait kasus dugaan korupsi dana APBD Kabupaten Langkat 2002-2007.

Seusai menjawab cecaran pertanyaan penyidik selama 3 jam, kepada wartawan Fitria mengakui mengenal Syamsul sejak lama. Ia kenal lantaran sering mengisi acara dangdutan Syamsul Arifin. "Sudah kenal dari zaman Nabi Adam," seloroh Fitria sambil tersenyum saat meninggalkan kantor KPK, Jakarta, Senin (20/9/2010) malam.

Fitria yang mengenakan pakaian muslim bergaris itu mengatakan bahwa dirinya hanya menerima pemberian uang dari Syamsul dalam bentuk honor atas penampilannya sebagai biduanita. "Saya seringkali ngisi acara (nyanyi) pasti minta sesuatu. Itu yang saya kasih keterangan (kepada penyidik)," ujar Fitria.

Fitria yang diperiksa sebagai saksi meninggalkan gedung KPK dijemput mobil sedan Camry warna silver bernomor polisi B 2370 FI.

Selain selebritis tersebut, KPK juga memeriksa Pemimpin Redaksi Waspada, Teruna Jasa Sahid. Namun, tak ada keterangan pihak KPK mengenai keterlibatan orang media ini dalam kasus Syamsul tersebut.

KPK menetapkan status Syamsul sebagai tersangka sejak April 2010. Namun, hingga kini KPK belum melakukan penahanan kepada orang nomor satu Partai Golkar di Sumut tersebut.

Mantan Bupati Langkat itu diduga melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dan atau Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999. Perbuatan korupsi yang dilakukan Syamsul diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 102,7 miliar.(*)

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas